Lagi, 4.000 Warga NU Doakan Iran, Kiai Asep: Tak Boleh Ada Penjajahan di Dunia

Lagi, 4.000 Warga NU Doakan Iran, Kiai Asep: Tak Boleh Ada Penjajahan di Dunia Ribuan warga NU mengikuti istighatsah dan doa bersama yang dipimpin Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA di Masjid Kampus KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Jumat (13/3/2026). Foto: Bangsaonline.

Kiai Asep berharap para pimpinan negara Arab seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan negara lainnya yang selama ini mengizinkan pangkalan militer AS ada di negaranya segera sadar bahwa mereka sedang dijajah oleh Serikat.

"Pangkalan militer itu simbol penjajahan," kata putra pendiri NU dan pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu.

Apalagi, tegas Kiai Asep, negara-negara Arab tersebut tak dapat perlindungan militer dari Serikat.

"Buktinya waktu mereka diserang oleh Iran sebagai balasan atas serangan dan Israel terhadap Iran, tak melindungi negara-negara Arab tersebut," kata Kiai Asep.

Kiai Asep sangat getol menolak intevensi Serikat dan Israel ke Iran karena selain bertentangan dengan ajaran Islam, juga bertentangan dengan UUD 45 terutama alinea pertama. Alinea pertama UUD 45 itu berbunyi: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Artinya, alinea pertama ini menegaskan hak asasi kemerdekaan dan penolakan terhadap penjajahan.

Karena bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Dalam arti, penjajahan adalah bentuk penindasan, menciptakan ketidaksetaraan, menyengsarakan rakyat, dan merampas hak asasi manusia serta kemerdekaan suatu bangsa.

Selain itu, menurut Kiai Asep, agresi Israel dan Serikat sangat berbahaya bagi negara-negara Islam, termasuk Indonesia. Apalagi Netanyahu terang-terangan akan melenyapkan negara Iran dan akan mendeklarasikan Israel Raya untuk menguasai negara-negara Islam, terutama di Timur Tengah.

"Bahkan Indonesia selama ini sudah dijajah lewat Freeport di Papua dan migas di Cepu," ujar Kiai Asep.

Freeport adalah salah satu perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang berada di Mimika Papua Tengah. Sedangkan yang dimaksud migas di Cepu adalah ladang minyak dan gas (migas) raksasa yang dikelola Exon Mobil yang terletak di Cepu yang berbatasan dengan Bojonegoro Jawa Timur. Exon mobil adalah perusahaan migas multinasional raksasa yang berpusat di Irving Texas Serikat.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, setiap bulan suci Ramadan Kiai Asep Saifuddin Chalim membagikan sedekah dan zakat malnya kepada warga Mojokerto dan sebagian warga Surabaya yang nilainya mencapai Rp6 miliar hingga Rp8 miliar. Pembagian sedekah dan zakat itu berupa beras dan uang kepada warga 18 kecamatan di Mojokerto. Termasuk kepada para kiai, tokoh masyarakat dan anggota TNI serta kepolisian se-Kabupaten Mojokerto. (mma)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO