Sabtu, 31 Juli 2021 02:08

Pulang dari Malang, Mahasiswa Asal Blitar Meninggal dengan Status PDP

Senin, 18 Mei 2020 16:08 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Pulang dari Malang, Mahasiswa Asal Blitar Meninggal dengan Status PDP
Mahasiswa yang meninggal dengan status PDP dimakamkan dengan protokol penanganan pasien Corona oleh petugas rumah sakit.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Seorang mahasiswa asal Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar yang berkuliah di Malang meninggal dunia dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dia meninggal di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Minggu 16 Mei lalu.

Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan pasien adalah seorang laki-laki berusia 23 tahun. Pasien memiliki riwayat baru pulang dari Malang, tempatnya menuntut ilmu, pada 3 Mei lalu. Kemudian pada Sabtu 15 Mei, dia mengeluh badan panas, mual, nyeri persendian, dan sariawan. Kemudian yang bersangkutan periksa ke Puskesmas Udanawu.

"Karena gejalanya mengarah ke COVID-19 dan punya riwayat dari zona merah, akhirnya pasien dirujuk ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Pasien langsung masuk ruang isolasi, kemudian sehari berada di rumah sakit, pasien dinyatakan meninggal dunia," ujar Krisna Senin (17/5/2020).

Krisna menambahkan, pasien kemudian dimakamkan dengan protokol penanganan pasien Corona oleh petugas rumah sakit.

BACA JUGA : 

Stok Menipis, Wabup Blitar Minta Tambahan Vaksin Melalui Ketua DPD RI

Kota Blitar Masuk PPKM Level 4, Santoso: Namun Ada Kelonggaran

Fakta Baru Jasad Gadis ABG Bertato di Blitar, Sempat Pesta Miras Sebelum Ditemukan Tewas

Tren DBD di Blitar Menurun Selama Semester Pertama Tahun 2021

"Karena pasien masuk sebagai PDP, pemakaman dilakukan sesuai protap penanganan pasien Corona. Petugas yang memakamkan menggunakan APD lengkap," terangnya.

Krisna menyebut meski belum dinyatakan positif terjangkit virus Corona, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar langsung melacak orang yang pernah kontak erat dengan pasien. Sejauh ini, ada tiga orang anggota keluarga yang kontak erat dengan pasien. Merek di antaranya ayah, ibu dan adik pasien.

"Kepada pasien telah dilakukan swab. Sambil menunggu hasil swab, kami melakukan tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak erat dengan pasien," pungkasnya.

Untuk diketahui, hingga kini jumlah PDP di Kabupaten Blitar mencapai 38 orang. Dari jumlah tersebut 18 dinyatakan sembuh, 7 orang dirawat, dan 13 lainnya dilaporkan meninggal dunia. (ina/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...