Praktik Rente dan Mafia Haji harus Diberantas, Menhaj Gus Irfan Yusuf: Serupiah pun Tak Boleh Hilang

Praktik Rente dan Mafia Haji harus Diberantas, Menhaj Gus Irfan Yusuf: Serupiah pun Tak Boleh Hilang Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj) Dr H Mochammad Irfan Yusuf disambut peserta rapat saat memasuki ruang rapat di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Selnin (19/1/2026). Foto: Kemenhaj

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj) Dr H Mochammad Irfan Yusuf dan Wakamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak serta jajarannya mengumpulkan ASN Kementerian Haji dan Umrah di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur pada Senin, 19 Januari 2026.

“Untuk menegaskan kembali jati diri kementerian ini. Kita hadir bukan sekadar menjalankan birokrasi, tetapi mengemban amanah negara dan umat. Pelayanan kepada jemaah haji dan umrah adalah orientasi utama kerja kita,” tegas Gus Irfan – panggilan akrab Menhaj Mochammad Iarfan Yusuf.

Putra KH Muhammad Yusuf Hasyim itu menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah lahir dari kepercayaan negara.

“Kepercayaan tersebut hanya dapat dijaga melalui kinerja yang nyata dan integritas yang utuh. Tidak boleh ada penyimpangan. Tidak boleh ada kecurangan. Satu rupiah pun tidak boleh hilang. Mandat Presiden jelas. Seluruh praktik rente dan mafia haji harus diberantas tanpa pandang bulu,” tegas Gus Irfan.

”Saya menegaskan bahwa integritas adalah harga mati. ASN yang tidak mampu menjaganya lebih baik mundur saja Kementerian ini membutuhkan kerja yang cepat, tuntas, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Gus Irfan lagi.

Menurut dia, penyelenggaraan haji dan umrah menuntut kecepatan dan ketepatan. “Target dan tenggat waktu harus menjadi budaya kerja sehari-hari. Tidak ada ruang bagi kerja lamban, saling lempar tanggung jawab, atau aktivitas tanpa hasil,” ujar Gus Irfan.

Ia menegaskan kembali komitmennya bahwa Kementerian Haji dan Umrah harus dikenal sebagai kementerian yang bersih, tegas, cepat, dan berorientasi hasil.

“Bukan melalui seremoni, tetapi melalui kinerja nyata. Pelayanan jemaah adalah kehormatan bangsa dan amanah yang wajib kita jaga bersama,” ujarnya.