Diklat PPIH 2026: Alissa Wahid Beri Tips Layani Jamaah Haji Lansia

Diklat PPIH 2026: Alissa Wahid Beri Tips Layani Jamaah Haji Lansia Alissa Wahid usai mengisi materi dalam Diklat PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Foto: M. SULTHON NEAGARA/BANGSAONLINE

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid atau yang akrab disapa Alissa Wahid memberikan tips bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 dalam melayani jamaah haji lansia.

Menurut putri pertama Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, jamaah haji menghadapi tantangan spesifik, mulai dari kesenjangan teknologi hingga adaptasi di tempat asing.

“Belum pernah naik pesawat, pertama kali keluar negeri, hingga masih bingung pelaksanaan haji. Walaupun sudah manasik, tapi tetap bingung waktu di sana,” ujarnya saat mengisi materi dalam Diklat PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (20/1/2026).

Ditekankan pula pentingnya pemahaman petugas terhadap tipe kepribadian jamaah. Ia menjelaskan 4 jenis kepribadian, yakni sanguin, koleris, melankoli, dan flegmatis.

“Perempuan koleris lebih susah dihadapi daripada laki-laki. Si jari sakti, sukanya nunjuk-nunjuk (ketika marah). Tau kan, kuota bicara wanita lebih banyak dari laki-laki,” tuturnya.

Ia menambahkan, tipe flegmatis cenderung damai namun lambat mengambil keputusan, sementara melankoli lebih mudah stres, misalnya karena kepadatan jamaah.

“Biasanya melankoli ini ngajak-ngajak stressnya,” imbuhnya.

Adapun tipe sanguin disebut suka heboh, membutuhkan perhatian, namun sering kehilangan barang.

“Nah kalau ketemu orang-orang seperti ini penanganannya harus berbeda-beda,” kata Alissa.

Selain itu, ia menilai informasi verbal lebih efektif dibanding visual.

“Walau ada buku dan segala macam, kita perlu mengulang informasi itu,” ucapnya.

Ia juga menekankan agar petugas haji selalu mengenakan seragam agar mudah dikenali jamaah, serta melayani dengan sukacita, kewaspadaan, kesabaran, proaktif, dan tetap tenang. (msn/mar)