Petrokimia Gresik Gandeng 78 Mitra Produksi Petroganik untuk Pupuk Subsidi 2026

Petrokimia Gresik Gandeng 78 Mitra Produksi Petroganik untuk Pupuk Subsidi 2026 Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, bersama Mitra Petroganik saat penandatanganan kerja sama. Foto: Ist

GRESIK, BANGSAONLINE.com Gresik menggandeng 78 mitra produksi Petroganik untuk mendukung kelancaran penyaluran pupuk organik bersubsidi tahun ini. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Keuangan dan Umum Gresik, Adityo Wibowo, bersama mitra Petroganik di Gresik, Kamis (22/1/2026).

Adit menyampaikan bahwa pemerintah tahun ini mengalokasikan pupuk organik bersubsidi untuk sektor pertanian dan perikanan. Pemenuhan kebutuhan tersebut sebagian besar menjadi tanggung jawab Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia.

“Untuk memenuhi target tersebut, di tahun ini, Gresik bekerja sama dengan 78 mitra produksi pupuk organik Petroganik yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan luar Jawa. Kami berkomitmen, penyaluran pupuk organik bersubsidi berjalan sesuai dengan amanah pemerintah,” paparnya.

Ia menambahkan, pemerintah mengalokasikan sekitar 9,8 juta ton pupuk bersubsidi nasional pada 2026, dengan 642.107 ton di antaranya untuk pupuk organik. Dari jumlah tersebut, Gresik bertanggung jawab atas 627.497 ton, terdiri dari 548.201 ton untuk sektor pertanian dan 79.296 ton untuk sektor perikanan.

“Kebutuhan pupuk organik subsidi diperkirakan akan semakin besar, seiring semakin tingginya kesadaran para petani dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui pemulihan kesuburan tanah. Dengan demikian swasembada beras yang berhasil diraih Indonesia di tahun 2025 kemarin bisa terus dijaga dan ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya,” urai Adit.

Ia menjelaskan, pertanian berkelanjutan membutuhkan keseimbangan penggunaan pupuk kimia dan organik. Pupuk organik berperan penting memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, serta membantu penyerapan nutrisi dari pupuk anorganik sehingga produktivitas panen lebih optimal.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO