Jembatan yang putus akibat derasnya arus sungai ketika banjir di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Foto: ANDI SIRAJUDIN/BANGSAONLINE
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Intensitas hujan tinggi pada Rabu (22/1/2026) malam, menyebabkan sungai-sungai penampungan di Kabupaten Probolinggo meluap dan menimbulkan banjir di 10 kecamatan. Peristiwa ini menjadi salah satu bencana banjir berskala besar yang terjadi pada awal tahun di wilayah tersebut.
Data yang dihimpun menyebutkan kecamatan terdampak meliputi Pakuniran, Kotaanyar, Paiton, Besuk, Krejengan, Gading, Kraksaan, Pajarakan, Gending, dan Maron.
Derasnya aliran air bahkan memutus sejumlah jembatan di Desa Sukomulyo, Kotaanyar, serta menggenangi rumah warga di Desa Opo-Opo, Krejengan, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Syarif, menyampaikan bahwa hujan mengguyur wilayah selatan sejak sore hingga pukul 21.30 WIB. Akibatnya, banyak rumah terendam, jembatan putus, dan plengsengan sungai ambrol.
“Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa. Kami masih melakukan inventarisir dan assessment di sejumlah titik yang terkena dampak banjir. Data masih kami kumpulkan,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Menurut dia, Kabupaten Probolinggo memang telah diprediksi sebagai salah satu daerah dengan curah hujan tinggi. BMKG memperkirakan puncak hujan ekstrem terjadi pada 21-31 Januari 2026.
“Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada,” tuturnya.
Selain permukiman, fasilitas publik dan pendidikan keagamaan turut terdampak. Sebuah pondok pesantren di Kraksaan beserta dapur program MBG terendam banjir, sehingga aktivitas santri terhenti sementara.
Banyak warga juga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman demi keselamatan keluarga. Pemkab Probolinggo menegaskan akan mengambil langkah tegas, termasuk penertiban bangunan di wilayah rawan banjir, untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang. (ndi/mar)






