Pelaku pencurian menunjukkan tempat pencurian baut
BLITAR,BANGSAONLINE.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mengecam aksi pencurian baut penambat bantalan rel di wilayah Blitar karena dinilai membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.
Kasus tersebut terungkap pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB setelah warga mengamankan seorang terduga pelaku dan menyerahkannya ke Polsek Sanankulon. Hasil koordinasi antara KAI dan kepolisian menunjukkan pencurian tidak hanya terjadi di satu titik.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pemeriksaan di lintas Blitar-Rejotangan menemukan sebanyak 108 baut penambat rel hilang di lima lokasi berbeda.
“Baut penambat rel adalah komponen vital. Jika hilang, apalagi dalam jumlah banyak, risiko anjlokan kereta sangat besar. Ini bukan soal besi tua, tapi keselamatan manusia,” tegas Tohari.
Akibat perbuatan tersebut, KAI mengalami kerugian materiil sekitar Rp4,1 juta. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku menjual baut hasil curian kepada pengepul barang bekas di wilayah Kota Blitar.
KAI menegaskan pencurian dan perusakan prasarana perkeretaapian merupakan tindak pidana serius.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pelaku dapat terancam pidana penjara hingga 15 tahun jika perbuatannya mengakibatkan korban jiwa.
Tohari menambahkan, KAI Daop 7 Madiun mengapresiasi peran aktif masyarakat dan kepolisian dalam pengungkapan kasus tersebut. KAI juga akan meningkatkan patroli dan pengamanan jalur rel, mengingat lintas Blitar–Rejotangan dilalui sekitar 34 perjalanan kereta api setiap hari dengan ribuan penumpang.
“Keselamatan perjalanan kereta adalah harga mati dan tidak bisa ditawar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Sanankulon AKP Nur Budi Santoso membenarkan penangkapan pelaku pencurian baut rel tersebut. Ia mengatakan pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Pelaku diketahui bernama Dwi Agustiono (26), warga Kalimantan Selatan yang berdomisili di Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
“Benar, pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan bersama sejumlah saksi,” tutupnya. (ina/van)






