Pelaku pencurian menunjukkan tempat pencurian baut
BLITAR,BANGSAONLINE.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mengecam aksi pencurian baut penambat bantalan rel di wilayah Blitar karena dinilai membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.
Kasus tersebut terungkap pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB setelah warga mengamankan seorang terduga pelaku dan menyerahkannya ke Polsek Sanankulon. Hasil koordinasi antara KAI dan kepolisian menunjukkan pencurian tidak hanya terjadi di satu titik.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pemeriksaan di lintas Blitar-Rejotangan menemukan sebanyak 108 baut penambat rel hilang di lima lokasi berbeda.
“Baut penambat rel adalah komponen vital. Jika hilang, apalagi dalam jumlah banyak, risiko anjlokan kereta sangat besar. Ini bukan soal besi tua, tapi keselamatan manusia,” tegas Tohari.
Akibat perbuatan tersebut, KAI mengalami kerugian materiil sekitar Rp4,1 juta. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku menjual baut hasil curian kepada pengepul barang bekas di wilayah Kota Blitar.
KAI menegaskan pencurian dan perusakan prasarana perkeretaapian merupakan tindak pidana serius.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




