Para wanita sepuh terlihat semangat mengikuti Pondok Ramadan Lansia di Blitar
BLITAR,BANGSAONLINE.com - Puluhan perempuan lanjut usia mengikuti Pondok Ramadan Lansia di Desa Bendelonje, Kecamatan Talun, dengan memperdalam ilmu agama dan memperbaiki bacaan Al-Quran selama 12 hari di bulan suci.
Di bangunan sederhana dekat masjid desa, suasana Ramadan terasa khusyuk. Bukan riuh anak-anak, melainkan semangat para lansia yang tekun membuka lembar demi lembar kitab suci dan mengikuti kajian keagamaan.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang berbagi bagi para janda lansia untuk mengisi masa senja dengan aktivitas bermakna.
Selain mengaji, mereka juga saling menguatkan dan berbagi cerita kehidupan.
Zaediyah (78), peserta asal Kecamatan Kesamben, menjadi salah satu yang paling setia mengikuti kegiatan ini.
Sejak pertama kali bergabung pada 2015, ia tak pernah absen. Baginya, pondok Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi ladang ilmu yang hasilnya bisa ia bawa pulang.
“Ilmu yang saya dapatkan di sini bisa saya ajarkan lagi ke anak dan cucu. Jadi tidak berhenti di saya saja,” ujarnya pelan namun mantap.
Hari-hari mereka dimulai sejak pagi. Usai sahur dan ibadah, para peserta mengikuti senam ringan untuk menjaga kebugaran tubuh.
Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan kajian agama dan mengaji bersama. Meski usia tak lagi muda, semangat mereka tampak tak kalah dengan generasi muda.
Pengelola pondok Ramadan lansia, Sri Banun (73), menjelaskan bahwa kegiatan ini telah berjalan sejak tahun 2010 dan rutin digelar setiap Ramadan.
Peserta berasal dari berbagai kecamatan, bahkan ada yang memilih menetap sementara di lokasi karena jarak rumah yang cukup jauh.
Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini bukan hanya memperdalam ilmu agama sebagai bekal kehidupan akhirat, tetapi juga menjadi sarana menghapus rasa sepi dan kesedihan yang kerap menyertai usia lanjut.
“Kami ingin mereka bahagia. Banyak orang tua yang menyimpan kesedihan karena berbagai persoalan hidup. Di sini mereka punya teman, punya kegiatan, dan merasa lebih dekat dengan Allah,” jelas Sri Banun.
Untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa, Muslimat Cabang Talun turut ambil bagian dengan menyediakan konsumsi bagi para peserta.
Kebersamaan sederhana itu justru menghadirkan kehangatan yang sulit tergantikan. (ina/try/van)














