Ringkasan Berita
- Seorang pria lanjut usia bernama Kasbani (66) ditemukan tewas mengapung di Sungai Brantas, Tulungagung, Kamis (28/5/2026), setelah dilaporkan hilang sejak Rabu pagi.
- Hasil pemeriksaan petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban, sehingga polisi menyimpulkan penyebab kematian adalah tenggelam.
- Korban terakhir terlihat keluar rumah mengendarai sepeda pancal biru pada Rabu pagi, dan diketahui mengalami gejala penurunan daya ingat menurut keterangan keluarga.
- Keluarga korban menolak autopsi dan hanya menginginkan visum luar, serta menerima kejadian tersebut sebagai musibah sebelum jenazah dibawa untuk proses pemakaman.
TULUNGAGUNG,BANGSAONLINE.com - Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia mengapung di aliran Sungai Brantas, Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Kamis (28/5/2026).
Korban diketahui sempat dilaporkan hilang sehari sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolsek Sumbergempol AKP Moh. Anshori mengatakan, korban diketahui bernama Kasbani (66), warga Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung.
Peristiwa itu pertama kali diketahui seorang warga yang sedang mencari ikan di bantaran Sungai Brantas sekitar pukul 08.30 WIB.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Sumbergempol dan diteruskan kepada Tim Inafis Polres Tulungagung untuk dilakukan evakuasi.
"Setelah menerima laporan, kami bersama Tim Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis segera menuju tempat kejadian perkara (TKP)," kata AKP Moh. Anshori, Kamis (28/5/2026).
Setibanya di lokasi, petugas langsung mengevakuasi korban ke daratan untuk dilakukan pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan unsur penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban. Polisi menyimpulkan korban meninggal dunia akibat tenggelam.
Setelah proses identifikasi, petugas berkoordinasi mencari pihak keluarga hingga diketahui korban merupakan warga Kecamatan Kalidawir, Tulungagung.
Keluarga korban yang datang ke lokasi memastikan jasad tersebut merupakan anggota keluarganya. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.
"Pihak keluarga korban hanya ingin dilakukan visum luar saja di Puskesmas Sumbergempol. Setelah selesai jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman," ungkapnya.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui sempat keluar rumah pada Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WIB dengan mengendarai sepeda pancal berwarna biru.
Sejak saat itu, korban tidak kembali ke rumah hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di Sungai Brantas pada Kamis (28/5/2026).
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Korban juga diketahui mengalami penurunan daya ingat.
"Informasi dari pihak keluarga, korban sudah mengalami gejala penurunan ingatan. Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah," pungkasnya.










