Kimi Antonelli Enggan Jemawa Pikirkan Gelar Juara F1, Meski Unggul 43 Poin

Kimi Antonelli Enggan Jemawa Pikirkan Gelar Juara F1, Meski Unggul 43 Poin Andrea Kimi Antonelli. Foto: Clive Mason / Getty Images

MONTREAL, BANGSAONLINE.com – Pemimpin klasemen sementara , , menegaskan bahwa dirinya sama sekali belum memikirkan potensi untuk merengkuh gelar juara dunia musim ini. Pembalap muda tersebut memilih tetap membumi meski posisinya di puncak klasemen semakin kokoh dengan setidaknya 17 balapan tersisa.

Antonelli tampil luar biasa setelah menyapu bersih kemenangan di empat grand prix terakhir secara berturut-turut. Kemenangan terbarunya diraih lewat drama duel menegangkan di Montreal melawan rekan setimnya sendiri, George Russell. Sesi duel tersebut berakhir antiklimaks bagi Russell setelah masalah pada unit daya (power unit) memaksanya tersingkir dari balapan.

Imbas dari hasil tersebut, keunggulan Antonelli di klasemen kejuaraan kini membengkak menjadi 43 poin. Selisih yang sangat kontras jika dibandingkan saat Russell memimpin balapan, di mana jarak keduanya sempat hanya terpaut 11 poin. Keunggulan masif ini bahkan menjadi jarak terjauh yang pernah terlihat sejak musim 2025.

Namun, saat ditanya apakah keunggulan poin ini memberinya ruang bernapas yang cukup lega, pembalap berusia 19 tahun itu memberikan jawaban yang sangat dewasa.

“Ya, tapi jujur saja, saya tidak memikirkan kejuaraan. Saya hanya fokus pada balapan demi balapan. Saya rasa masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu," ujar Antonelli.

“Dan tentu saja, sekarang saya memiliki jarak ini, tetapi itu tidak berarti saya bisa bersantai dan menikmati balapan. Sebaliknya, saya perlu terus meningkatkan kemampuan dan terus menaikkan standar karena ini tidak akan mudah dan para pesaing semakin mendekat, dan George juga sangat cepat. Jadi, saya pasti akan mencoba fokus pada diri sendiri dan menikmati balapan serta mencoba untuk benar-benar mengemudi secepat mungkin.”

Sikap waspada yang ditunjukkan pembalap asal Italia ini dinilai sangat tepat. Pasalnya, setelah Antonelli sempat mengungguli Russell dalam empat kualifikasi beruntun, sang senior terbukti mampu bangkit dan berbalik unggul di dua sesi kualifikasi Kanada dengan selisih yang sangat tipis, yakni hanya 0,068 detik. Performa keduanya yang setara sepanjang akhir pekan menjadi sinyal bahwa kompetisi internal tim masih sangat panas.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO