Aktivitas Penumpang di Terminal Rajekwesi Masih Landai, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-4 Lebaran

Aktivitas Penumpang di Terminal Rajekwesi Masih Landai, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-4 Lebaran Suasana di Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Senin (23/2/2026).

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Suasana di Terminal Tipe A Rajekwesi Bojonegoro pada awal Ramadan 1447 H terpantau masih cukup tenang. Belum terlihat adanya lonjakan penumpang yang signifikan, baik yang berangkat maupun yang tiba di terminal kebanggaan warga Bojonegoro tersebut.

Kepala Terminal Tipe A Rajekwesi, Budi Sugiarto, mengonfirmasi bahwa pergerakan penumpang saat ini masih berada dalam kategori normal seperti hari-hari biasa. Masyarakat diprediksi baru akan mulai melakukan perjalanan mudik mendekati hari raya.

"Masih sepi, biasanya arus mudik dimulai H-10 lebaran," ujar Budi saat dikonfirmasi pada Senin (23/2/2026).

Berdasarkan data hingga hari Minggu kemarin, tercatat sebanyak 794 penumpang turun di Terminal Rajekwesi dengan menggunakan 130 armada bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP). Angka ini menunjukkan bahwa mobilitas warga belum mengalami pergeseran dari tren harian. Budi memprediksi lonjakan besar baru akan terjadi pada akhir bulan Ramadan nanti.

"Pada H-4 jelang lebaran Idul Fitri biasanya puncak mudik baru dimulai. Sehari hingga 1.000 penumpang turun," tambahnya.

Meski situasi masih landai, pihak pengelola terminal tidak tinggal diam. Sejumlah langkah antisipasi untuk menjamin keselamatan penumpang selama arus mudik Lebaran 2026 tengah dipersiapkan. Budi menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan ramp check atau inspeksi keselamatan armada bus secara gabungan.

Saat ini, pihak terminal masih menunggu hasil rapat forum lalu lintas (lalin) dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro untuk menentukan jadwal teknis di lapangan. Selain kelaikan bus, kondisi fisik para kru bus juga menjadi perhatian utama.

"Biasanya juga ada pengecekan urine yang sasarannya para sopir bus. Ini untuk menjaga keselamatan penumpang selama arus mudik lebaran Idul Fitri 2026," tegas Budi.

Langkah preventif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan pulang kampung ke Bojonegoro pada musim mudik mendatang. (jku/rev)