Setahun Lukman-Fauzan: Pembangunan Jalan 53 Km Diklaim Tuntas, Pemerataan di Bangkalan Tuai Kritik

Setahun Lukman-Fauzan: Pembangunan Jalan 53 Km Diklaim Tuntas, Pemerataan di Bangkalan Tuai Kritik Kegiatan Tasyakuran dan Refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Lukamn dan wakil bupati Bangkalan, di Pendopo Agung, Senin, (23/2/2026)

BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Setahun memimpin, pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Lukman Hakim-Fauzan Jakfar mengklaim telah merealisasikan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 53 kilometer di 51 titik yang tersebar di 18 kecamatan. Program tersebut disebut sebagai wujud komitmen percepatan pembangunan daerah.

Namun, capaian itu menuai kritik dari sejumlah kalangan yang menilai pembangunan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip pemerataan. Infrastruktur disebut lebih banyak terfokus di wilayah Bangkalan bagian utara, sementara kawasan tengah dan selatan dinilai kurang mendapat perhatian.

Politikus PKS, Musawwir, menilai pembangunan infrastruktur jalan cenderung timpang. Menurutnya, perbaikan jalan lebih dominan di wilayah utara, sedangkan poros tengah dan selatan terkesan dianaktirikan.

Ia juga menyoroti kualitas pembangunan yang dinilai rendah serta dugaan penganggaran ganda pada sejumlah ruas jalan yang kembali dianggarkan pada 2025 dan 2026.

“Ini perlu dijelaskan secara terbuka. Pembangunan jalan memang ada sisi positifnya, tapi jika kualitas rendah dan tidak merata, maka manfaatnya tidak maksimal,” ujarnya.

Kritik serupa datang dari tokoh masyarakat Kecamatan Konang berinisial (M). Ia menyebut hingga satu tahun masa jabatan, Bupati Bangkalan belum pernah berkunjung langsung ke wilayahnya.

“Jalan yang diperbaiki ada, tapi tidak terlalu menonjol. Jalan rusak masih banyak. Secara ekonomi juga belum terasa dampaknya,” katanya.

Ia menambahkan, minimnya pergerakan ekonomi membuat banyak anak muda di Konang memilih merantau ke luar daerah karena lapangan kerja di kampung halaman masih terbatas.

Senada disampaikan Huda, warga Kecamatan Sepuluh. Ia menilai perbaikan jalan belum sebanding dengan persoalan kemiskinan yang masih membelenggu masyarakat bawah.

“Perubahan ekonomi belum terlihat nyata. Jalan sebagian diperbaiki, tapi kesejahteraan belum meningkat,” ujarnya.

Di tengah berbagai penghargaan dan inovasi digital yang diraih Pemerintah Kabupaten Bangkalan, sebagian masyarakat akar rumput menilai capaian tersebut belum menyentuh kebutuhan paling mendasar mereka. 

Bagi warga, indikator keberhasilan kepemimpinan bukan sekadar deretan piala atau publikasi, melainkan kemudahan memperoleh pekerjaan dan meningkatnya taraf hidup.

Tokoh masyarakat Konang berharap ke depan Bupati Bangkalan lebih sering turun langsung ke wilayah-wilayah yang selama ini dianggap terpinggirkan. 

"Kami ingin pemimpin hadir, melihat langsung kondisi kami. Jangan hanya berdasarkan laporan di atas meja,” tuturnya.

Hal ini menunjukkan adanya jarak antara klaim capaian pemerintah daerah dengan pengalaman sebagian masyarakat bawah. (uzi/van)