Pelantikan ASN di Bangkalan.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Menjelang tutup tahun, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, melakukan pengangkatan dan mutasi aparatur sipil negara (ASN) dalam skala besar. Dalam kurun hampir sepuluh bulan kepemimpinannya, tercatat 233 ASN telah diangkat dan dimutasi.
Gelombang pertama terjadi pada 20 Agustus 2025 dengan pelantikan 7 pejabat, menjadi sinyal awal perombakan struktur pemerintahan.
Sebulan kemudian, 26 September 2025, mutasi terbesar dilakukan dengan 197 ASN berpindah posisi.
Puncaknya, pada 31 Desember 2025, Pemkab Bangkalan kembali mengumumkan mutasi terhadap 29 ASN, menutup rangkaian rotasi jabatan sepanjang tahun.
Langkah tersebut dilakukan untuk penyegaran organisasi, penyesuaian kompetensi, sekaligus pembacaan arah kepemimpinan daerah.
“Sebelumnya kita sudah melalui proses yang matang, mulai dari perencanaan, pelaporan kegiatan tahun 2025, sekaligus penyusunan perencanaan tahun 2026. Sehingga tugas-tugas masing-masing OPD sudah clear semua agar lebih siap ke depannya,” kata Bupati Bangkalan, Rabu (31/12/2025).
Ia menambahkan, ASN yang dimutasi telah dilibatkan dalam penyusunan program tahun 2026 untuk meminimalkan miskomunikasi.
“Sebetulnya mereka yang dimutasi juga sudah dilibatkan dalam perencanaan tahun 2026, supaya tidak ada miskomunikasi dan kesalahan informasi terkait program-program yang akan kita laksanakan,” imbuhnya.
Menurut dia, mutasi juga bertujuan menyegarkan posisi yang telah lama ditempati tanpa memutus komunikasi dengan jabatan sebelumnya.
“Mutasi ini lebih kepada merefresh pada posisi tertentu yang memang sudah lama. Namun mereka tidak akan langsung putus dari posisi sebelumnya karena tetap akan ada komunikasi dan koordinasi,” paparnya.
Diungkapkan pula bahwa hingga akhir tahun ini, masih terdapat 3 posisi kepala dinas yang kosong, yakni Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, dan Dinas Lingkungan Hidup. Kondisi ini diperkirakan berlanjut pada 2026 seiring adanya pejabat yang memasuki masa pensiun.
“Posisi yang kosong ini nantinya akan diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) yang betul-betul mampu menyelesaikan persoalan di OPD masing-masing,” pungkasnya. (mzr/uzi/mar)







