Tutup Expo SMK Jatim 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Link and Match dengan Industri

Tutup Expo SMK Jatim 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Link and Match dengan Industri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menutup gelaran Expo dan Expose SMK 2026.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pameran Expo dan Expose Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2026 yang digelar Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim resmi ditutup Gubernur Khofifah di Grand City Mal pada Sabtu (14/12/2026).

Dalam sambutannya, mantan Menteri Sosial itu menegaskan kualitas praktik industri di SMK tidak kalah dengan perguruan tinggi. Ia mengapresiasi capaian siswa, mulai dari pembenihan hingga inseminasi buatan yang dikelola secara mandiri.

“Hari ini (Sabtu) sesungguhnya kita sedang membukakan pintu gerbang kemajuan masa depan bagi anak-anak SMK,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menyampaikan kegiatan yang berlangsung 12-14 Februari 2026 meningkatkan kompetensi siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Expo dan Expose berhasil menarik 14.739 pengunjung dengan rata-rata 5.000 orang per hari.

Sebanyak 44 booth menampilkan karya siswa dari 126 SMK se-Jawa Timur, ditambah 13 sub-kegiatan seperti workshop, seminar, job matching, dan short course.

“Kegiatan ini pertama kali digelar di Jatim bahkan di Indonesia. Terima kasih kepada seluruh siswa, guru, industri, dan panitia yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini,” kata Aries.

Sepanjang 2025, Dindik Jatim menjalin kerja sama dengan 314 industri, menghasilkan 4.710 perjanjian dengan SMK. 

Indo Prima Group melalui 23 anak perusahaannya merekrut 5.271 siswa, sementara total lulusan SMK yang terserap dunia kerja mencapai 26.040 orang atau 12 persen dari total lulusan. Angka pengangguran lulusan SMK turun 1,89 persen.

Direktur SMK Kementerian Pendidikan, M. Yusro, turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Produk-produk unggulan siswa SMK dapat menjadi solusi permasalahan masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru,” tuturnya.

Ia berharap, pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperluas akses teknologi dan pelatihan, serta memperkuat link and match antara sekolah dan dunia industri. (dev/mar)