Dorong Produktivitas Kerja, PRPP Gelar Seminar Kesehatan Mental

Dorong Produktivitas Kerja, PRPP Gelar Seminar Kesehatan Mental Seminar kesehatan bertajuk 'Health Talk: Optimizing Mental Well-Being to Enhance Work Productivity in The Workplace'.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) bekerja sama dengan Telkomedika menggelar seminar kesehatan bertajuk 'Health Talk: Optimizing Mental Well-Being to Enhance Work Productivity in The Workplace'.

Agenda tersebut digelar karena PRPP menilai kesehatan mental sangat penting bagi pekerja. Undang-Undang Ketenagakerjaan Indonesia juga menegaskan bahwa pekerjaan bukan hanya sumber penghasilan, tetapi harus mendorong jaminan kesehatan mental dan perkembangan diri.

Presiden Direktur PRPP, Reizaldi Gustino, menekankan pentingnya kesehatan mental sebagai faktor peningkat produktivitas.

“Kesehatan mental adalah suatu yang penting bukan hanya untuk kita sebagai pekerja tetapi juga untuk perusahaannya juga. Jadi, bukan hanya sekedar dari kompetensi dan kapabilitas kita tetapi justru hal ini menjadi sesuatu yang (berperan) penting untuk mendukung kita dalam memenuhi target perusahaan,” paparnya.

Ia juga mendorong seluruh perwira PRPP untuk mengimplementasikan aspek K3 tidak hanya di tempat kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Seminar ini menjadi penutup rangkaian Bulan K3 Nasional 2026 yang sebelumnya diisi dengan webinar, kuis, dan lomba K3.

Komitmen PRPP dalam implementasi K3 berbuah penghargaan keselamatan migas Patra Nirbhaya Pratama dari Dirjen Migas Kementerian ESDM selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023 hingga 2025.

Hadir sebagai narasumber, psikolog Universitas Maranatha Bandung, Efnie Indrianie, yang menegaskan bahwa produktivitas pekerja tidak hanya bergantung pada kondisi kejiwaan, tetapi juga neurobiologi dan kesehatan fisik.

“Motivasi (pekerja) itu sebenarnya terkait dengan isu neural energi, jadi kalau sistem syaraf energinya tidak cukup serta metabolisme tubuhnya terganggu pasti motivasinya jeblok,” ucapnya.

Ditekankan pula pentingnya perusahaan membuat program khusus menjaga kesehatan mental pekerja.

“Ketika perusahaan mengabaikan kesehatan mental pekerjanya, organisasi bukan hanya kehilangan pekerja, tetapi kapasitas otak (kapabilitas dan kompetensi) di perusahaan secara kolektif,” imbuhnya. (coi/mar)