Gubernur Khofifah saat menghadiri Rakernas Pergunu dan JKSN.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menghadiri peresmian Kantor Pusat JKSN (Jaringan Kiai Santri Nasional) pada Sabtu (14/2/2026). Agenda tersebut juga merupakan bagian dari pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) serta JKSN.
Khofifah mengapresiasi kegiatan itu, dan berharap peresmian kantor JKSN membawa manfaat besar bagi bangsa.
"Ini luar biasa. Ini adalah jaringan santri dan kiai Indonesia. Tentu kita berharap bahwa ini akan jadi rumah besar yang menyejukkan," ujarnya.
Ia menekankan komitmen anggota JKSN untuk menjadikan Islam rahmatan lil 'alamin dengan karakter akhlakul karimah sebagai pilar penguat negara.

Sementara itu, Menko Polkam RI, Djamari Chaniago, mengingatkan peran santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.
"Inilah yang kita rayakan setiap 10 November sebagai Hari Pahlawan. Semuanya bermula di Jawa Timur," katanya.
Ketua Umum JKSN sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim atau yang akrab disapa Kiai Asep, menegaskan pesantren sejak awal menjadi pusat pendidikan, pembentukan karakter, dan perlawanan terhadap penjajahan.
"Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memberikan layanan pendidikannya pertama di Indonesia," tuturnya.
Ia menambahkan, tujuan organisasi ulama adalah menjaga persatuan dan mengembangkan nilai Islam moderat demi terwujudnya kesejahteraan dan keadilan.
Acara ini juga dihadiri Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra; serta Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, bersama para ulama dari berbagai daerah. (dev/mar)








