Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saat menyambut Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto dalam Rakernas JKSN dan Pergunu di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Jumat (13/2/2026). Foto: RIfki Humas Kemendes
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, desa-desa seluruh Indonesia diurus dengan benar, berarti sama dengan mengurus Indonesia dengan benar.
Hal tersebut ia katakan saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) yang diikuti 18 pengurus wilayah dari seluruh Indonesia di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Surabaya, Jumat (13/2/2026).
Karena itu, tagline di Kemendes PDT saat ini adalah Bangun Desa Bangun Indonesia, artinya kalau membangun desa, maka otomatis membangun Indonesia, karena jumlah desa di seluruh Indonesia sebanyak 75.266 desa, dari Aceh sampai Papua.
Acara Rakernas itu juga diikuti para pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu). Maklum, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, selain ketua umum JKSN juga ketua umum Pimpinan Pusat Pergunu.

Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto saat menyampaikan podato dalam seminar nasional yang diselenggarakan JKSN di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Kamia (13/2/2026). Foto: Humas Kemendes
Menurut Mendes Yandri, dengan jumlah desa di seluruh Indonesia yang sangat banyak itu, maka sangat sulit jika hanya dilakukan oleh Kemendes PDT. Untuk itu, ia kemudian menggandeng seluruh pihak, baik dari kementerian/lembaga, perguruan tinggi, swasta dan lain sebagainya untuk sama-sama terlibat membangun desa.
“Perlu kolaborasi, perlu kerja sama, yang kata bapak Presiden Prabowo kita ini bukan Superman tapi Super Team,” jelas Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.
Apalagi, lanjut Yandri, saat ini program-program Presiden Prabowo Subianto mayoritas berada di desa, seperti halnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).
Ia mengajak seluruh pihak khususnya Pergunu dan JKSN dengan jaringannya, baik di tingkat wilayah sampai di tingkat desa untuk terlibat aktif dalam menyukseskan program-program ekonomi kerakyatan tersebut. Ia mengimbau agar Pergunu dan JKSN bukan hanya sebagai penonton terkait dengan program-program yang ada itu.
Selain itu, ia juga mengajak Pergunu dan JKSN untuk terlibat aktif membangun desa, meningkatkan sumber daya manusia yang ada di desa, serta ikut mengeluarkan potensi-potensi yang ada di desa seluruh Indonesia.
“Kolaborasi antara Kemendes PDT dengan Pergunu dan JKSN, bagaimana meningkatkan sumber daya manusia di desa, lahir batin, artinya semua potensi di desa bisa di kerja samakan,” ungkap Yandri.
Turut hadir mendampingi Mendes Yandri dalam kegiatan ini yaitu Dirjen PDP Kemendes PDT Nugroho Setijo Nagoro Kepala BPSD Kemendes PDT Agustomi Masik serta Staf Khusus Menteri Muhammad Afif Zamroni.








