Petugas gabungan saat upaya mengevakuasi korban di lokasi kejadian
KOTA MADIUN,BANGSAONLINE.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun menyatakan seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan dalam insiden tertempernya seseorang oleh KA 251B Jayakarta di perlintasan sebidang JPL 121 Km 151+1/9 petak jalan Caruban–Babadan, Kamis (12/2/2026).
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan seluruh petugas yang terlibat telah bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Masinis KA Jayakarta yang saat itu akan melintas telah membunyikan Semboyan 35 dengan suara panjang sebagai bentuk peringatan agar yang bersangkutan segera menjauh dari jalur rel. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan,” jelas Tohari.
Ia menerangkan, petugas jaga perlintasan (JPL) dari Dinas Perhubungan juga telah menutup palang perlintasan serta melaksanakan Semboyan 1, yakni berdiri di depan pos penjaga menghadap ke arah datangnya kereta sebagai bagian dari prosedur pengamanan perjalanan.
Saat masinis membunyikan Semboyan 35, lanjutnya, petugas penjaga perlintasan melihat orang tersebut berjalan menuju tengah jalur rel tepat di lintasan yang akan dilalui kereta.
Dengan jarak kereta yang diperkirakan sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, secara teknis sudah tidak tersedia ruang dan waktu yang cukup untuk mencegah insiden tersebut.
“Kami memastikan bahwa seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan. Dalam jarak tersebut, kereta api tidak dimungkinkan untuk berhenti seketika karena memerlukan jarak pengereman yang cukup panjang,” tegas Tohari.
KAI Daop 7 Madiun juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang.
KAI menegaskan jalur rel merupakan area terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional perkeretaapian. Aktivitas di jalur rel dinilai sangat membahayakan keselamatan diri maupun perjalanan kereta api.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap keselamatan di sekitar jalur rel. Apabila terdapat anggota keluarga atau lingkungan sekitar yang mengalami tekanan psikologis, segera arahkan untuk mendapatkan pendampingan dan bantuan profesional melalui fasilitas layanan kesehatan terdekat,” pungkas Tohari.
Ke depan, KAI Daop 7 Madiun akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api tetap terjaga. (dro/van)








