Resmikan Dapur SPPG Bilaporah, Bupati Bangkalan Tegaskan Pemenuhan Gizi Masyarakat

Resmikan Dapur SPPG Bilaporah, Bupati Bangkalan Tegaskan Pemenuhan Gizi Masyarakat Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, saat peresmian Dapur SPPG Desa Bilaporah 001, Kecamatan Socah.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Bilaporah 001, Kecamatan Socah, Kamis (29/1/2026). Ia menilai, keberadaan dapur SPPG sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program prioritas pemerintah.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas berdirinya dapur ini. Ini merupakan wujud dukungan nyata dalam rangka menyukseskan program-program strategis pemerintah,” ujarnya.

Bupati menekankan pentingnya menjaga kualitas menu dan kandungan gizi makanan yang disajikan. 

“Meskipun sering disebut makan siang gratis, perlu digarisbawahi bahwa seluruh pembiayaan berasal dari pemerintah. Karena itu, harapan besar Presiden agar kualitas menu dan pemenuhan gizi benar-benar tercukupi harus menjadi perhatian utama kepala SPPG dan para relawan,” paparnya.

Lukman berharap, dapur SPPG dapat memicu lahirnya ekosistem ekonomi baru di Bangkalan. Ia menargetkan pada kebutuhan pangan tahun ini, termasuk untuk dapur SPPG, bisa dipenuhi oleh petani lokal sehingga menciptakan perputaran ekonomi baru.

Sementara itu, Kepala SPPG Bilaporah 001, Yenni Setianingsih, menyampaikan operasional dapur dimulai Jumat (30/1/2026) dengan 670 porsi untuk 1 TK dan 4 SD terdekat. Jumlah porsi akan ditambah bertahap hingga melayani sekitar 3.000 penerima manfaat.

Pemilik dapur, H. Januar Perdana Putra, menyatakan rasa syukur dapat terlibat dalam program strategis tersebut. 

“Kami bangga bisa berkontribusi dalam program strategis pemerintah ini. Kami juga memohon doa agar dapur SPPG ini senantiasa berjalan sesuai harapan dan menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas generasi bangsa,” ucapnya.

Ia menambahkan, satu dapur SPPG mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja dan memberi dampak signifikan bagi ekonomi lokal. 

Penerima manfaat mencakup peserta didik dari PAUD hingga SMA, serta kelompok 3-B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Untuk kelompok 3-B, layanan akan dimulai satu bulan kemudian setelah koordinasi dengan puskesmas. (mzr/uzi/mar)