Petugas Disnak Bangkalan saat melakukan pemeriksaan hewan ternak.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Merebaknya kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah wilayah di Jawa Timur memicu kewaspadaan tinggi di Kabupaten Bangkalan. Meski hingga saat ini Bangkalan masih dinyatakan nol kasus, Dinas Peternakan (Disnak) setempat mulai menyiapkan langkah pencegahan intensif.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Kabupaten Bangkalan, Drh. Ali Makki, menegaskan bahwa pantauan di lapangan menunjukkan kondisi ternak di Bangkalan masih terpantau aman.
BACA JUGA:
- Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Apresiasi Pemkab Lakukan Sidak Pajak Restoran
- Pemkab Bangkalan Gelar Jambore BUMDesa 2026, Strategi Produk Desa Tembus Pasar Modern
- Musrembang RKPD 2027 Bangkalan, Kepala Bappeda Jatim Minta Berdampak dan Selaras Program Nasional
- Pemkab Bangkalan Instruksikan ASN Ngantor Pakai Sepeda, Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
"Sampai saat ini, masih belum ada laporan dari lapangan," ujar Ali Makki, Selasa (27/1/2026).
Sebagai langkah preventif, vaksinasi PMK kini menjadi program prioritas. Namun, Ali menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi masih menunggu jadwal sinkronisasi dengan Pemerintah Pusat yang direncanakan mulai bergulir bulan depan.
"Jadi sesuai road map dari pemerintah pusat, bulan vaksinasi akan dilakukan Februari sampai April dan akan diulang pada bulan Agustus-September," terangnya.
Mengenai ketersediaan vaksin, Pemkab Bangkalan saat ini tengah menunggu distribusi kiriman. Ali optimistis stok yang akan diterima mencukupi untuk kebutuhan populasi ternak di wilayahnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




