Antisipasi PMK, Disnak Bangkalan Jadwalkan Vaksinasi Massal Bulan Depan

Antisipasi PMK, Disnak Bangkalan Jadwalkan Vaksinasi Massal Bulan Depan Petugas Disnak Bangkalan saat melakukan pemeriksaan hewan ternak.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Merebaknya kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah wilayah di Jawa Timur memicu kewaspadaan tinggi di Kabupaten Bangkalan. Meski hingga saat ini Bangkalan masih dinyatakan nol kasus, Dinas Peternakan (Disnak) setempat mulai menyiapkan langkah pencegahan intensif.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Kabupaten Bangkalan, Drh. Ali Makki, menegaskan bahwa pantauan di lapangan menunjukkan kondisi ternak di Bangkalan masih terpantau aman.

"Sampai saat ini, masih belum ada laporan dari lapangan," ujar Ali Makki, Selasa (27/1/2026).

Sebagai langkah preventif, vaksinasi PMK kini menjadi program prioritas. Namun, Ali menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi masih menunggu jadwal sinkronisasi dengan Pemerintah Pusat yang direncanakan mulai bergulir bulan depan.

"Jadi sesuai road map dari pemerintah pusat, bulan vaksinasi akan dilakukan Februari sampai April dan akan diulang pada bulan Agustus-September," terangnya.

Mengenai ketersediaan vaksin, Pemkab Bangkalan saat ini tengah menunggu distribusi kiriman. Ali optimistis stok yang akan diterima mencukupi untuk kebutuhan populasi ternak di wilayahnya.

"Insya Allah, minggu ini akan di-dropping dari pusat. Hari ini masih akan dilakukan rapat persiapannya," kata Ali.

Ia menambahkan bahwa detail jumlah dosis yang akan diterima masih akan dibahas lebih lanjut. "Masih belum tau jumlahnya, kami nanti siang masih akan melakukan zoom meeting terkait jumlah itu," imbuhnya.

Selain vaksinasi, Disnak Bangkalan juga memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah guna memantau mobilitas hewan ternak.

"Jadi setiap ada keluar masuk ternak, harus dilengkapi dengan dokumen lalu lintas ternak yang lengkap dan juga ternak harus dalam kondisi sehat," tegasnya.

Kekhawatiran juga dirasakan oleh para peternak lokal. Sahril Abdillah, peternak sapi asal Kecamatan Galis, mengaku waspada dengan kabar merebaknya PMK di luar Madura. Kendati demikian, ia berupaya mandiri menjaga kesehatan sapinya.

"Insya Allah kalau ternak saya aman. Karena kami selalu menjaga kebersihan kandang dan pakannya. Di lingkungan kami juga peternak lain juga sudah sangat paham untuk merawat ternak supaya tidak terpapar penyakit," pungkas Sahril.