Bupati Bangkalan Targetkan Perluasan Akses Air Bersih, PUDAM Siapkan Uji Geolistrik di 50 Titik

Bupati Bangkalan Targetkan Perluasan Akses Air Bersih, PUDAM Siapkan Uji Geolistrik di 50 Titik Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, didampingi Direktur PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan, H. Sjobirin Hasan, saat memberikan keterangan.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, memberikan pembinaan dan pengarahan khusus kepada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sumber Sejahtera, Kamis (22/1/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menyusun strategi perluasan cakupan pelayanan air bersih bagi masyarakat di seluruh wilayah Bangkalan.

Bupati Lukman Hakim menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari koordinasi rutin untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Fokus utama tahun ini adalah memperluas jangkauan distribusi air ke wilayah yang selama ini belum tersentuh layanan PUDAM.

"Memang setiap sebulan atau 3 bulan sekali, ada pembinaan terkait evaluasi kinerja dari setiap OPD yang salah satunya PUDAM, yang hari ini kita fokus pada perluasan pelayanan, dengan menyusun strategi kolaborasi terkait peningkatan akses pelayanan dan beberapa yang harus kita benahi di internal," ucap Lukman Hakim.

Ia juga menyampaikan kabar baik bagi warga Bangkalan, terkait rencana hibah Instalasi Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) di Tangkel, Kecamatan Burneh, dari pemerintah pusat. Fasilitas ini diproyeksikan memiliki standar modern yang sangat tinggi.

"SPAM secara total 50 M lebih, berkapasitas 100 m³/detik dengan standar modern, yang artinya bisa langsung diminum, dan itu akan dikelola langsung oleh PUDAM terkait akses layanannya, agar bisa memenuhi kebutuhan daerah," ujar bupati.

Selain di Burneh, Pemkab Bangkalan mengoptimalkan SPAM di Tanjung Bumi yang telah dibangun tahun lalu agar manajemennya segera ditangani secara profesional oleh PUDAM.

Merespons arahan bupati, Direktur PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan, H. Sjobirin Hasan, menyatakan kesiapannya untuk mengejar target perluasan layanan. Pihaknya berupaya memberikan solusi jangka panjang, terutama bagi wilayah yang kerap mengalami krisis air saat musim kemarau.

"Alhamdulillah, terkait pembinaan dan pengarahan serta target yang harus diperhatikan, kami juga menyambut baik tentang fokus peningkatkan cakupan layanan pada masyarakat yang belum terakses layanan air bersih, sehingga mereka lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan khususnya musim kemarau," kata Sjobirin.

Sebagai langkah konkret, PUDAM telah memulai pemetaan potensi sumber air baru menggunakan teknologi terkini di berbagai wilayah, mulai dari area perkotaan hingga ke pelosok utara Bangkalan.

"Awal tahun ini kami sudah mulai melakukan uji geolistrik, sekitar 50 titik yang tersebar di beberapa kecamatan, mulai dari kota hingga ke daerah utara. Kami mencari titik-titik sungai bawah tanah yang akan menjadi potensi untuk bisa kami explore untuk melayani masyarakat yang belum terjangkau layanan air bersih," paparnya.

Terkait teknis pengelolaan SPAM di Tangkel, Sjobirin menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan proses administrasi peralihan aset. Infrastruktur yang awalnya milik BPWS tersebut kini diupayakan menjadi aset daerah di bawah naungan BBPJN sebelum diserahkan pengelolaannya kepada PUDAM.

Tujuannya jelas, yakni untuk memperkuat distribusi air di wilayah Bangkalan bagian selatan yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses layanan air bersih. (mzr/uzi/rev)