Selasa, 10 Desember 2019 01:03

Mengaku Pegawai Pertamina, Pria Asal Blora Tipu Warga Puluhan Juta Rupiah

Rabu, 30 Oktober 2019 15:15 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Mengaku Pegawai Pertamina, Pria Asal Blora Tipu Warga Puluhan Juta Rupiah
Korban saat dihadirkan dalam rilis yang digelar Polres Tuban, Rabu (30/10).

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Berbekal ID Card dan pakaian lengkap layaknya karyawan Pertamina, Eko Budiono (37), pria asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan penipuan hingga meraup puluhan juta rupiah.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku sebagai karyawan Pertamina Engineering Project Cepu (PEPC) Gas Processing Facility (GPF) Jambaran - Tiung Biru (JTB). Pakaian lengkap dan ID Card itu didapatkan pelaku saat bekerja di PT. Rekayasa Industri (Rekind), yang menjadi sub kontraktor (Subkon) dari PT. Pertamina (Persero).

"Pelaku pernah bekerja di salah satu subkon perusahaan Pertamina, tapi sudah dipecat," terang Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (30/10).

AKBP Nanang Haryono mengungkapkan, dalam mencari mangsanya, pelaku mendatangi rumah yang telah menjadi targetnya. Modusnya, pelaku menawari pekerjaan kepada korbannya.

"Pelaku mengaku sebagai Humas Pertamina dan mengiming-imingi korbannya untuk dipekerjakan di proyek Pertamina," jelas Kapolres.

Pelaku kemudian meminta uang kepada korbannya sebagai syarat agar bisa diterima kerja. Namun, aksi pelaku harus terhenti di tangan Satreskrim Polres Tuban saat bertransaksi dengan korbannya di Dusun Lengki, Desa Pakel, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.

"Pelaku mampu meyakinkan korbannya kalau dirinya dapat memberikan pekerjaan kepada korban. Namun untuk bisa bekerja, korban harus membayar uang sebesar Rp 5 juta," jelas pria kelahiran kapolres kelahiran Bojonegoro ini.

Perwira dengan melati dua di pundak itu mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal dan menjanjikan pekerjaan. "Jangan sampai mudah percaya dengan orang yang memberikan janji palsu seperti ini. Korbannya sudah ada 5 orang, dan semuanya dari Tuban," ujarnya.

Kasus tersebut masih terus didalami untuk proses pengembangan lebih lanjut, karena dimungkinkan adanya pelaku lain yang ikut terlibat. "Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut kasus ini," pungkasnya.

Dari pengakuan pelaku, uang dari hasil tindak pidana penipuan itu sudah diterima dari korban dan belum sempat dipergunakan. Dirinya juga mengaku memiliki kenalan orang dalam untuk memperlancar aksi kriminalnya.

Akibat dari perbuatan yang dilakukannya, pelaku dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun kurungan penjara. (gun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 09 Desember 2019 06:11 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Untuk menyambut peringatan hari jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-248 pada 18 Desember 2019, Kabupaten yang berjuluk The Sunrise of Java ini menggelar parade seni budaya Kuwung dengan tema "Gumelare Bumi Blambangan" Sab...
Senin, 09 Desember 2019 23:53 WIB
Oleh: Sila Basuki, SH, MBA Tren kemenangan seorang calon independen dalam pilkada Kota Surabaya akan sangat mungkin terjadi, mengingat di beberapa kota lain juga bisa terjadi. Berkat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang peruba...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...