Anggota DPD RI Ning Lia Sosialisasi 4 Pilar di Wonocolo: Pemuda Harus Siap Jadi Pemimpin Bangsa

Anggota DPD RI Ning Lia Sosialisasi 4 Pilar di Wonocolo: Pemuda Harus Siap Jadi Pemimpin Bangsa Anggota DPD RI Lia Istifhama saat kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Wonocolo, Surabaya, Kamis (8/2/2026).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI Lia Istifhama menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Wonocolo, Surabaya, Kamis (8/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri beragam elemen masyarakat, mulai dari anak-anak muda, mahasiswa, hingga emak-emak dan bapak-bapak yang memenuhi lokasi acara dengan antusias.

Dalam sambutannya, Ning Lia, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—bukan sekadar materi yang dihafal, melainkan nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Wujud dari penerapan empat pilar itu adalah bagaimana anak-anak muda hari ini menyiapkan diri menjadi pemimpin bangsa, menjadi syu’banul yaum wa rijalul ghad—pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan,” tegasnya.

Menurut senator asal Jawa Timur tersebut, generasi muda memiliki tanggung jawab besar menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan era digital yang penuh dinamika. Namun, ia juga menekankan bahwa peran menjaga nilai kebangsaan bukan hanya tugas pemuda semata.

“Emak-emak dan bapak-bapak juga punya peran penting. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Di rumahlah nilai Pancasila, toleransi, dan cinta tanah air pertama kali diajarkan,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Suasana acara berlangsung hangat dan interaktif. Para ibu rumah tangga aktif mengajukan pertanyaan seputar pendidikan karakter anak di era media sosial, sementara para bapak turut menyampaikan pandangan tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan politik dan sosial.

Sementara itu, Prof. Dr. Jazuli Juwaini yang turut hadir sebagai narasumber menambahkan dimensi spiritual dalam diskusi kebangsaan tersebut. Ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.

“Kita harus menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Jangan hanya mengejar kesuksesan materi, tetapi juga membangun akhlak dan nilai spiritual. Bangsa ini akan kuat jika masyarakatnya tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman dan berakhlak,” ungkapnya.

Menurut Prof. Jazuli, Empat Pilar Kebangsaan akan kokoh apabila ditopang oleh masyarakat yang sadar bahwa keberhasilan duniawi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab moral dan spiritual.

Kegiatan sosialisasi tersebut diakhiri dengan sesi dialog terbuka dan foto bersama. Ning Lia berharap, melalui kegiatan ini, kesadaran kebangsaan semakin mengakar, tidak hanya di kalangan pemuda, tetapi juga dalam lingkungan keluarga.

“Kalau keluarga kuat, pemudanya siap, dan masyarakatnya kompak, maka Indonesia akan tetap kokoh berdiri,” pungkas Lia.