Senator Lia Istifhama Puji Kepala BGN: Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Jatim Paling Progresif

Senator Lia Istifhama Puji Kepala BGN: Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Jatim Paling Progresif Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama saat bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dr. Ir. Dadan Hindayana dalam peringatan 1 Abad NU di Stadion Gajayana Kota Malang.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Meski tidak memiliki dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama tetap menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dr. Ir. Dadan Hindayana atas keberhasilan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Lia saat bertemu langsung dengan Kepala BGN dalam momentum peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (08/02/26).

Dalam kesempatan itu, Lia menegaskan bahwa penilaian terhadap program nasional harus diletakkan secara objektif, terlepas dari keterlibatan langsung maupun tidak langsung suatu pihak dalam pelaksanaannya.

Menurut Lia, Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan pelaksanaan MBG paling progresif secara nasional, termasuk dari sisi jumlah penerima manfaat. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil dari kepemimpinan dan tata kelola yang solid di tingkat nasional, khususnya oleh Badan Gizi Nasional.

“Walaupun saya tidak memiliki dapur SPPG, saya melihat langsung bahwa pelaksanaan MBG di Jawa Timur berjalan sangat baik. Kuota penerima terbanyak nasional ini adalah bukti kerja serius dan terukur dari BGN,” ujar Lia.

Ia menilai keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari distribusi makanan, tetapi juga dari ketepatan standar gizi, sistem logistik yang rapi, serta pengawasan mutu yang konsisten. Hal tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting bagi pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Lia juga menyoroti dampak lanjutan dari program MBG yang dirasakan di daerah. Selain meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak dan kelompok sasaran, program ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, UMKM pangan, serta pelaku distribusi di tingkat bawah.

“MBG ini program strategis. Dampaknya ganda: kesehatan masyarakat meningkat dan ekonomi rakyat ikut bergerak. Karena itu, praktik baik di Jawa Timur layak dijadikan contoh nasional,” katanya.

Sebagai anggota DPD RI, Lia mendorong agar keberhasilan tersebut terus dijaga dengan memperkuat koordinasi pusat-daerah serta memastikan transparansi dan ketepatan sasaran program. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas layanan seiring dengan perluasan jangkauan MBG di berbagai wilayah.

“Kalau konsistensi dan kualitas ini dipertahankan, MBG akan menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan generasi masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Peringatan Satu Abad NU di Stadion Gajayana Malang sendiri menjadi ajang konsolidasi kebangsaan yang mempertemukan tokoh agama, pemerintah, dan wakil rakyat dalam semangat sinergi untuk memperkuat agenda-agenda strategis nasional, termasuk pemenuhan gizi dan kesejahteraan masyarakat.