Selasa, 20 April 2021 05:36

​Mengejutkan, dari 1.000 orang Indonesia, 950 orang Kekurangan Vitamin D

Rabu, 03 Maret 2021 05:40 WIB
Editor: mma
​Mengejutkan, dari 1.000 orang Indonesia, 950 orang Kekurangan Vitamin D
Dahlan Iskan. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Data ini benar-benar mengejutkan. Bayangkan. Dari 1.000 orang Indonesia, 950 orang kekurangan vitamin D. Loh, bukankah sinar matahari di Indonesia melimpah?

Ternyata sinar matahari saja tidak cukup. Lalu harus ditambah apa? Nah, Dahlan Iskan menulis tentang ini sangat menarik. Tulisan itu dimuat di Harian Disway dan HARIAN BANGSA, Rabu (3/3/2021) pagi ini.

Tapi pembaca BANGSAONLINE.com tak perlu khawatir. Di bawah ini tulisan wartawan kondang itu kami turunkan secara lengkap. Tulisan Dahlan Iskan memang kaya informasi sekaligus menginspirasi. Selamat membaca:

KENAPA orang Indonesia banyak yang kekurangan vitamin D? Padahal kita hidup di negara tropis? Yang lebih sering terkena sengatan sinar matahari?

BACA JUGA : 

Salah Satu Ciri Intelektual: Berpikiran Terbuka

Era Vaksin Sudah Lewat! Pionernya Jenner 200 Tahun Lalu, Ganti Hasil Riset Baru, I-Nu

4 Sehat 5 Sempurna Diganti 8 Nutrisi Kitab Suci? Penelitian Bersandar Kitab Suci, Apa Ilmiah?

Di Luar BPOM, Uji Fase II Vaksin Nusantara Lanjut di RSPAD, Ilegal?

Baru kemarin malam saya tahu jawabnya. Yakni ketika saya diminta jadi pembicara di pertemuan Zoom diaspora Indonesia.

"Memang sinar matahari itu sumber vitamin D. Tapi perlu protein tertentu yang bisa menjadi perantara. Agar sinar matahari itu benar-benar bisa menjadi vitamin D-3," ujar dr Roy Panusunan yang juga jadi salah satu pembicara.

Moderator forum Zoom ini beberapa orang. Satu di New York, Lia dan James Sundah. Satu di Austria, EA Adoracion. Satu lagi di Belanda, Sisca Hotrop dan Titiek vanHouten, Lainnya di Jakarta. Pembicaranya banyak. Ada yang dari Atlanta (USA), Moskow (Rusia), Washington DC, dan juga Shanghai.

Semua berbicara tentang pengalaman vaksinasi. Yang di Moskow mendapat vaksinasi merek Sputnik–bikinan Rusia. Tidak ada masalah. Tidak merasakan efek samping apa-apa.

Yang di Atlanta mendapat vaksin Moderna. Buatan Amerika. Juga tidak merasakan apa-apa. Hanya lengan kirinya sakit. Tidak bisa tidur miring ke kiri. Pun hari berikutnya sakit itu hilang. Padahal ia punya gula darah dan hipertensi –yang terkontrol karena disiplin minum obat.

Daniel Fu, orang Atlanta itu, juga baru menjalani operasi jantung –triple bypass. Yakni setelah ia kembali dari Jakarta. "Waktu di Jakarta saya banyak makan macam-macam," kata Daniel.

Ia merasa tidak punya keluhan apa-apa. Olahraganya juga kuat. Menjelang kembali ke Amerika pundaknya terasa tegang –sampai ke punggung. Ketika tiba di Atlanta ia dipaksa istri untuk periksa ke dokter keluarga. Hasilnya: ia harus operasi bypass.

Intinya: vaksinasi ini aman. Pun bagi orang seperti Daniel.

Lia Sundah –moderator yang di New York– juga sudah suntik vaksin. Yakni di stadion Queen, New York. Yang melakukan penyuntikan adalah marinir AS.

Lia mendapat vaksin Pfizer. Juga tidak mengalami masalah apa-apa.

Lia Sundah sudah 20 tahun di New York. Lia menjadi pengacara di sana. Lia memang doktor hukum lulusan Boston –meski lulus S-1 dari jurusan musik, juga di Boston.

Di New York Lia hidup bersama suami: James Sundah –pencipta lagu ''Lilin-Lilin Kecil'' yang terkenal itu. Karena itu di awal dan di akhir forum ini dimeriahkan oleh konser musik. Yang menampilkan lagu ciptaan James itu. Yang dinyanyikan oleh penyanyi dari banyak negara. Pemain musiknya pun dari segala macam penjuru dunia.

Lia sendiri ternyata anak tokoh pers senior saya: Aristides Katoppo –pemimpin redaksi harian Sinar Harapan. "Cita-cita awal saya memang menjadi wartawan. Ternyata jadi lawyer di New York," ujar Lia.

Menurut dokter Roy, protein yang bisa mengubah sinar matahari menjadi vitamin D-3 adalah yang datang dari susu, yogurt, atau mentega. "Di sinilah yang kita kurang. Mataharinya melimpah tapi minum susu atau yogurt-nya kurang," ujar Roy.

Roy sendiri ahli hormon. Lulus S-1 dan S-2 dari Universitas Indonesia, Jakarta. Lalu mendalami hormon sampai ke Harvard Medical School, Boston.

Saat di Harvard itulah Roy tahu soal hubungan sinar matahari dengan protein dari susu. Banyak data ia pelajari. Mengejutkan. Terutama data mengenai orang Indonesia.

"Dari 1.000 orang Indonesia yang kekurangan vitamin D sebanyak 950 orang," katanya. Berarti hanya 50 orang yang vitamin D-nya cukup. Tentu termasuk istri saya. Yang tidak bisa minum susu. Yang level vitamin D-nya 55. Yang karena itu tidak tertular Covid dari saya.

Saya sendiri, saat terkena Covid, baru ketahuan: vitamin D saya hanya 23,4. Bahkan anak wedok saya, Isna Iskan, payah sekali. Level vitamin D Isna hanya 16. Padahal dia itu gila sepeda. Praktis tiap hari menempuh jarak setidaknya 50 Km –kadang 150 Km.

Ternyata sinar matahari saja tidak cukup. Sinar itu harus diantarkan oleh protein susu agar bisa menjadi vitamin D.

Dokter Roy –alumnus SMAN 3 Jakarta itu– kini bekerja di RS Pertamina. Ia ingin agar suatu saat ditemukan cut-off vitamin D khusus untuk orang Indonesia.

"Selama ini belum ada patokan berapa vitamin D minimal yang harus dimiliki orang Indonesia," ujar dokter Roy.

"Kan minimal 40," kata saya.

"Itu cut-off untuk orang kulit putih," jawab dokter Roy. "Belum ditemukan berapa cut-off untuk orang Indonesia," katanya. "Siapa tahu lebih rendah dari 40 itu," katanya.

Tentu saya juga menunggu-nunggu laporan satu ini: apakah semua orang Indonesia yang terkena Covid itu level vitamin D-nya rendah. Kalau dibuka ke publik akan sangat membantu.

Tentu RS khusus Covid sudah menghimpun datanya.

Jam 00.00 forum Zoom ini baru ditutup. Saya sudah sangat mengantuk. Tapi yang di New York baru bangun pagi.(*)

Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...