Senin, 12 April 2021 19:29

Soal Kasus PKIS Sekartanjung, LSM Garda Pantura Bantah Terima Duit '86'

Minggu, 01 Maret 2020 14:46 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Supardi
Soal Kasus PKIS Sekartanjung, LSM Garda Pantura Bantah Terima Duit
Luqman, Ketua LSM Garda Pantura (foto kanan). Dan postingannya di Facebook membantah dirinya turut menerima uang dugaan pengondisian kasus PKIS Sekar Tanjung.

PASURUAN, BANGNSAONLINE.com - Kasus Pusat Koperasi Industri Susu (PKIS) Sekar Tanjung yang diduga telah dinyatakan pailit menyisakan misteri. Kabarnya, sejumlah pengurus pabrik susu UHT itu telah sempat diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil. Namun, hingga kini kasusnya mengendap.

Informasi terbaru, kasus tersebut tidak terekspos ke media karena telah 'diamankan' oleh sejumlah oknum aktivis dan LSM.

Seperti disampaikan Luqman, Ketua LSM Garda Pantura. Ia mengaku mendengar kabar adanya sejumlah LSM dan media yang menerima uang '86', istilah untuk pengondisian sebuah kasus.

"Uang itu ditransfer dari Bendahara KPSP Setia Kawan, Farhan," kata Luqman.

BACA JUGA : 

Kejari Sebut Sudah Terjunkan Tim Untuk Usut Fee 8 Persen Proyek TPA Wonokerto

Gus Ipul Berharap Koperasi Siswa Dikelola Secara Profesional dan Kekinian

Munandar: Tak Ada Fee 8%, Itu Murni Persoalan Internal KSO Proyek TPA

Dugaan Fee 8 Persen, Ketua DPRD Pasuruan: Jika APH Lokal Lemah, Silakan Undang KPK

"Uang itu ditransfer dari Bendahara KPSP Setia Kawan, Farhan," kata Luqman.

Bahkan, ia mengungkapkan kalau LSM yang dipimpinnya juga dicatut dan disebut turut menerima bagi-bagi uang sebesar Rp 125 juta tersebut. Namun, ia membantah tudingan tersebut. "Kami dicatut oleh oknum wartawan dwi mingguan bahwa turut mendapatkan uang Rp. 125 juta," katanya.

Menurut Gus Luqman, sapaan akrabnya, informasi itu ia dapatkan dari Sugito, pengurus harian LSM Garda Pantura Divisi Investigasi. "Informasinya ada 10 LSM dan wartawan mendapatkan dana sebesar Rp. 125 juta. Untuk memastikan informasi itu, Sugito saya perintahkan tabayyun demi kejelasan informasi. Ternyata benar, saat bendahara KPSP Setia Kawan (Farhan) menunjukkan data, ada daftar 10 LSM dan media sambil menunjukkan bukti transfer," kata Luqman.

"Karena nama lembaga saya dicatut tanpa koordinasi, maka saya bikin status di akun FB. Siapa pun yang mencatut nama Garda Pantura ikut menikmati uang 125 juta, memalak orang sama halnya rampok," ujarnya menyebutkan postingan yang ditulisnya di Facebook. 

Selain Luqman, oknum wartawan dwi mingguan itu diduga juga mencatut nama Direktur LSM Pusaka (Pusat Studi dan Kajian), Lujeng Sudarto. Bahkan, Lujeng mengaku akan menempuh jalur hukum karena merasa dirugikan.

Saat dikonfirmasi, Lujeng membenarkan namanya dicatut masuk daftar 10 LSM dan media yang turut menerima uang untuk menutup kasus PKIS Sekar Tanjung agar tidak dilaporkan ke aparat penegak hukum dan tidak diberitakan oleh media.

"Untuk saya dapat berapa, silakan tanya ke wartawan A selaku negosiator dan ke M yang eksekusi duit 125 juta itu," ungkap Lujeng Sudarto.

Sementara itu, A, oknum wartawan dwi mingguan yang dimaksud Lujeng belum bisa dihubungi untuk konfirmasi terkait hal ini. Dihubungi via velulernya, ia tidak menjawab. Namun, ia memberikan nomer handphone wartawan mingguan lainnya berinisial M untuk kejelasan informasi tersebut.

Sementara, H. Kusnan, mantan ketua Koperasi PKIS Sekar Tanjung yang juga Ketua Koperasi KPSP Setia Kawan hingga kini belum menjawab terkait saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut. Begitu juga Farhan sebagai bendahara sampai saat ini juga belum bisa dikonfirmasi. (par/rev)

5 Kios Pasar Ranggeh Pasuruan Rusak Tertimpa Pohon
Sabtu, 10 April 2021 02:59 WIB
Pasuruan, BANGSAONLINE.com - Sebuah Pohon Trembesi roboh menimpa Pasar Ranggeh di Desa Karangsentul Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Akibatnya, 8 kios milik pedagang rusakDelapan kios milik pedagang yang rusak itu terdiri dari toko kelontong, pertanian...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Senin, 12 April 2021 09:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Eat Just –perusahaan San Francisco - di Singapura memproduksi “ayam buatan”. Dibuat dari biji sel ayam beneran. Hanya dalam 14 hari sudah jadi “daging ayam”. Siap santap. Padahal untuk memelihara ayam seca...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...