Jumat, 14 Agustus 2020 17:41

Soal Kasus PKIS Sekartanjung, LSM Garda Pantura Bantah Terima Duit '86'

Minggu, 01 Maret 2020 14:46 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Supardi
Soal Kasus PKIS Sekartanjung, LSM Garda Pantura Bantah Terima Duit
Luqman, Ketua LSM Garda Pantura (foto kanan). Dan postingannya di Facebook membantah dirinya turut menerima uang dugaan pengondisian kasus PKIS Sekar Tanjung.

PASURUAN, BANGNSAONLINE.com - Kasus Pusat Koperasi Industri Susu (PKIS) Sekar Tanjung yang diduga telah dinyatakan pailit menyisakan misteri. Kabarnya, sejumlah pengurus pabrik susu UHT itu telah sempat diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil. Namun, hingga kini kasusnya mengendap.

Informasi terbaru, kasus tersebut tidak terekspos ke media karena telah 'diamankan' oleh sejumlah oknum aktivis dan LSM.

Seperti disampaikan Luqman, Ketua LSM Garda Pantura. Ia mengaku mendengar kabar adanya sejumlah LSM dan media yang menerima uang '86', istilah untuk pengondisian sebuah kasus.

"Uang itu ditransfer dari Bendahara KPSP Setia Kawan, Farhan," kata Luqman.

Bahkan, ia mengungkapkan kalau LSM yang dipimpinnya juga dicatut dan disebut turut menerima bagi-bagi uang sebesar Rp 125 juta tersebut. Namun, ia membantah tudingan tersebut. "Kami dicatut oleh oknum wartawan dwi mingguan bahwa turut mendapatkan uang Rp. 125 juta," katanya.

Menurut Gus Luqman, sapaan akrabnya, informasi itu ia dapatkan dari Sugito, pengurus harian LSM Garda Pantura Divisi Investigasi. "Informasinya ada 10 LSM dan wartawan mendapatkan dana sebesar Rp. 125 juta. Untuk memastikan informasi itu, Sugito saya perintahkan tabayyun demi kejelasan informasi. Ternyata benar, saat bendahara KPSP Setia Kawan (Farhan) menunjukkan data, ada daftar 10 LSM dan media sambil menunjukkan bukti transfer," kata Luqman.

"Karena nama lembaga saya dicatut tanpa koordinasi, maka saya bikin status di akun FB. Siapa pun yang mencatut nama Garda Pantura ikut menikmati uang 125 juta, memalak orang sama halnya rampok," ujarnya menyebutkan postingan yang ditulisnya di Facebook. 

Selain Luqman, oknum wartawan dwi mingguan itu diduga juga mencatut nama Direktur LSM Pusaka (Pusat Studi dan Kajian), Lujeng Sudarto. Bahkan, Lujeng mengaku akan menempuh jalur hukum karena merasa dirugikan.

Saat dikonfirmasi, Lujeng membenarkan namanya dicatut masuk daftar 10 LSM dan media yang turut menerima uang untuk menutup kasus PKIS Sekar Tanjung agar tidak dilaporkan ke aparat penegak hukum dan tidak diberitakan oleh media.

"Untuk saya dapat berapa, silakan tanya ke wartawan A selaku negosiator dan ke M yang eksekusi duit 125 juta itu," ungkap Lujeng Sudarto.

Sementara itu, A, oknum wartawan dwi mingguan yang dimaksud Lujeng belum bisa dihubungi untuk konfirmasi terkait hal ini. Dihubungi via velulernya, ia tidak menjawab. Namun, ia memberikan nomer handphone wartawan mingguan lainnya berinisial M untuk kejelasan informasi tersebut.

Sementara, H. Kusnan, mantan ketua Koperasi PKIS Sekar Tanjung yang juga Ketua Koperasi KPSP Setia Kawan hingga kini belum menjawab terkait saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut. Begitu juga Farhan sebagai bendahara sampai saat ini juga belum bisa dikonfirmasi. (par/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...