Senin, 22 Juli 2019 09:40

Kasus Kecelakaan di Sidoarjo Menurun Selama Operasi Ketupat 2019

Senin, 10 Juni 2019 19:54 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Kasus Kecelakaan di Sidoarjo Menurun Selama Operasi Ketupat 2019
Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, Kompol Fahrian Saleh Siregar.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Operasi (Ops) Ketupat tahun 2019 telah berlangsung selama 13 hari. Kasus kecelakaan lalu lintas di Sidoarjo menurun dibandingkan tahun sebelumnya selama pelaksanaan operasi ketupat tersebut.

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Fahrian Saleh Siregar menyebutkan, tercatat hanya ada dua kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama pelaksanaan Ops ketupat 2019 di kota Delta. “Tahun lalu (2018, red) ada 8 kasus kecelakaan selama Ops ketupat,” terangnya.

Dari dua kasus laka lantas itu, juga hanya ada dua orang korban mengalami luka ringan. Padahal tahun sebelumnya ada sampai satu orang menjadi korban jiwa. “Kita sangat bersyukur sekali dengan hasil ini,” imbuhnya.

Mantan Kasi STNK Subdit Regiden Polda Jatim itu menyebut, keberhasilan polisi dalam menekan angka laka lantas itu merupakan berkat kerja sama dari seluruh petugas yang terlibat Ops Ketupat 2019.

Fungsi dari dibangunnya Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan dapat berjalan dengan baik. “Salah satunya mengurai kemacetan dan mengurai laka lantas, dan ini berjalan dengan baik,” tandasnya.

Fahrian berharap capaian ini dapat terus dipertahankan. Ia tidak ingin masyarakat menjadi korban laka lantas selama arus mudik lebaran. Oleh karena itu, polisi akan terus bekerja optimal guna mencegah kejadian tersebut.

Selain laka lantas, Fahrian juga mencatat sedikitnya ada 394 tindakan penilangan telah dilakukan selama pelaksanaan Ops Ketupat 2019. Penilangan dilakukan kepada pengendara yang melanggar tata tertib lalu lintas yang dinilai memiliki fatalitas tinggi. Seperti tidak memakai helm, melawan arus di jalur rawan kecelakaan, melebihi muatan, hingga menggunakan handphone saat mengemudikan kendaraan.

Jika ada pelanggaran yang tidak terlalu memiliki fatalitas tinggi, polisi juga tidak langsung memberikan tindakan penilangan. Biasanya polisi hanya akan memberikan tindakan teguran. Pelanggaran itu di antaranya: tidak memakai helm di jalur sepi, atau melawan arus di tempat yang sepi kendaraan. (cat/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...