Senin, 24 Februari 2020 06:41

​Serang Aswaja, Wahabi Diback Up Saudi Arabia, Syiah Diback Up Iran

Rabu, 07 September 2016 10:59 WIB
​Serang Aswaja, Wahabi Diback Up Saudi Arabia, Syiah Diback Up Iran
KHA Hasyim Muzadi saat menemui Sheikh Zuhair Usman al-Junaid dan Sheikh Ghozi Yusuf Hneineh di kantor Wantimpres Jakarta, Selasa, 6 September 2016. Foto: dokumentasi wantimpres

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Posisi umat Islam penganut Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) kini mendapat serangan dua arah, yakni Syiah dan Wahabi. Ironisnya, dua paham transnasional itu diback up oleh Negara masing-masing. Syiah diback up Negara Iran sedang Wahabi diback up Negara Saudi Arabia. Akibatnya, penganut Aswaja terjepit antara Iran dan Saudi Arabia.

Gambaran kondisi umat Islam penganut Aswaja itu disampaikan dua ulama dari Tajamul Ulama Libanon yaitu Sheikh Zuhair Usman al-Junaid dan Sheikh Ghozi Yusuf Hneineh kepada KHA Hasyim Muzadi di Kantor Wantimpres, Selasa, 6 September 2016, jam 14.30-16.00.

Dua ulama itu menyampaikan peta kekuatan umat Islam dan anatomi pergolakan di Timur Tengah.

Secara gamblang dua ulama itu menjelaskan kondisi tersebut dengan mengungkap pergolakan di Syria, munculnya ISIS (DAIS), keadaan di Libanon, Mesir, Turki, Yaman, Libia, dan Irak.

”Posisi Ahlussunah wal Jamaah sebagai pemikiran yang lurus dan toleran serta dipegangi oleh mayoritas ulama dunia sebagai manhaj yang mu’tadil (pemikiran ilmiah amaliyah) sekarang ini sedang banyak mengalami kesulitan. Kesulitan tersebut karena dihimpit oleh kekuatan Syiah yang mempunyai sentral negara Iran, serta Wahabiyah/Salafiyah yang mempunyai sentral Saudi Arabia. Sedangkan Ahlussunah wal Jamaah bergerak non-politis tanpa pengendalian dari negara tertentu menjadi sasaran dua kekuatan tersebut yang mempunyai arus politik serta kekuatan uang,” kata mereka.

Ironisnya, himpitan dua kekuatan dari sesama Islam tersebut kemudian diintervensi oleh kekuatan asing baik Barat maupun Timur. Mereka mengintervensi dengan cara membenturkan Syiah dan Wahabi bahkan menggunakan daerah kawasan kaum Sunni, sehingga kerusakan menjadi merata di kalangan umat Islam.

Apalagi intervensi asing itu menggunakan militer yang didahului perang pemikiran (ghozwatul fikri) untuk mengubah cara berfikir dan mindset umat Islam sehingga bercerai berai.

Dua ulama tersebut berharap Indonesia dan Malaysia mewaspadai serangan-serangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. Mengignat Indoensia dan Malaysia mayoritas penganut Sunni. ”Harus diwaspadai penyusupan dan infiltrasi dengan melalui berbagai macam cara. Naudzubillah, jangan sampai Islam di Indonesia dan Malaysia jebol karena serangan-serangan tersebut,” kata mereka.

Dua ulama tersebut mengatakan bahwa biasanya Wahaby/Salafy menyerang Ahlussunah wal Jamaah dalam masalah-masalah ­furu’iyah (cabang) secara terbuka dan keras.

Sebaliknya Syiah justeru masuk ke jantung Ahlussunah dengan cara penyusupan dan membuat kekuatan tersendiri untuk merusak barisan Ahlussunah tersebut untuk kemudian menghilangkan pengaruhnya di tengah-tengah masyarakat. ”Biasanya Syiah terlebih dahulu menyerang Wahaby kemudian Wahaby membalasnya,” katanya.

Sedangkan Ahlussunah wal Jamaah yang sejatinya tidak punya kepentingan menyerang, namun justeru menjadi sasaran serangan mereka.

Mendapat informasi penting itu Kiai Hasyim Muzadi berterima kasih kepada dua ulama tersebut. Ia berharap kita saling mendoakan agar apa yang terjadi di Timur Tengah tak terjadi di Indonesia. ”Semoga Allah melindungi kita semua. Amin ya rabbal ‘alamin,” katanya. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...