Ayatollah Ali Khamenei. Foto: AFP
TEHERAN, BANGSAONLINE.com – Inilah peringatan Iran terhadap rezim zionis Israel, jika Perdana Manteri Isarel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih besar kepala dan menyerang negeri para mullah itu.
"Kekuatan bersenjata kami kini lebih siap dibandingkan sebelumnya. Jika ada agresi ulang dari rezim Zionis, maka mereka akan menghadapi respons yang menghancurkan dan mematikan," tegas Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, dilansir kantor berita Mehr, Rabu (2/7/2025).
BACA JUGA:
- Oman Tolak Tekanan AS untuk Putus Hubungan dengan Iran Terkait Sengketa Selat Hormuz
- Iran Tangguhkan Perundingan dengan AS, Pasca-Serangan Israel ke Lebanon
- Kunjungi Amanatul Ummah, Kementerian Pendidikan Palestina: Mereka Bunuh Kami Karena Belum Beradab
- Rakyat AS Kaget, Ibu Negara AS Melania Trump Diduga Terlibat Skandal Kejahatan Seksual Epstein
Sikap Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, juga sangat tegas. Pemimpin Islam kharismatik itu mengecam Donald Trump. Ali Khaeini bankan menyebut Trump sebagai "musuh Tuhan."
Kecaman ini memperkuat penilaian bahwa Teheran tidak akan membuka jalur dialog selama Trump masih menjabat. Iran sejak dipimpin para mullah memang tak pernah mau bertekuk lutut di hadapan Amerika Serikat. Bahkan Iran satu-satunya negara di Tmur Tengah yang secara gagah melawan hegemoni Barat.
Ini berbeda saat Iran dipimpin Shah Mohammad Reza Pahlavi yang sangat pro Amerika. Bahkan menjadi kaki tangan Amerika Serikat.
Kini Iran dipimpin para mullah. Berdasarkan beberapa referensi, julukan Negeri Para Mullah itu muncul karena sistem pemerintahan Iran sangat dipengaruhi oleh ulama (mullah) setelah revolusi 1979. Revolusi Iran itu dipimpin oleh Ayatollah Rohullah Khomaini yang menumbangkan monarki Reza Pahlevi.
Konsep Welayat-e Faqih atau Guardianship of the Islamic Jurist, yang mendasari struktur kekuasaan, menempatkan seorang pemimpin spiritual. Yang saat ini adalah Kepala Ulama atau Supreme Leader sebagai otoritas tertinggi negara.
Iran juga memperingatkan bahwa pihaknya siap merespons setiap serangan baru dari Israel dengan "pembalasan yang menghancurkan dan dahsyat."
Pernyataan Shekarchi itu mempertegas sikap tegas Iran terhadap Israel. Iran menjuluki Israel sebagai rezim "tidak pernah bisa dipercaya, baik oleh dunia maupun oleh Iran." Karena itu Iran menegaskan bahwa Republik Islam Iran "tidak pernah menganggap penghentian konflik sebagai pilihan."
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




