Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat menerima penghargaan dari KPAI di Studio TVRI Jakarta, Rabu (10/12/2025). Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline
JAKARTA, BANGSAONLINE.com-Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, kembali mendapat penghargaan. Kali ini dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu dinobatkan sebagai tokoh peduli anak di bidang pendidikan dan kesehatan.
KPAI menganugrahkan penghargaan kepada Kiai Asep itu di Studio TVRI Jakarta, Rabu (10/12/2025). Selain Kiai Asep, KPAI juga memberi penghargaan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan beberapa tokoh lain.
BACA JUGA:
- Luar Biasa! 318 Santri Amantul Ummah Lolos UTBK-SNBT, Banyak yang Hafal Quran
- Amirulhaj Prof Kiai Asep: Wukuf di Arafah Waktu Mustajab, Malaikat juga Ikut Mintakan Ampunan
- Amanatul Ummah Terima Sapi Kurban Presiden, Wapres, Gubernur, Wagub, Sekda, PAN, BPN, & Wali Santri
- Amirulhaj Tinjau Adahi, Kiai Asep Pastikan Penyembelihan Dam Jemaah Haji Sah Secara Syariah
KPAI menganugrahkan penghargaan kepada Kiai Asep karena kiai miliarder tapi dermawan itu dianggap telah memberikan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem pendidikan dan kesehatan anak yang unggul melalui pesantren yang didirikannya. Yaitu Amanatul Ummah.
Dr Aris Adi Laksono, Ketua Panitia yang juga anggota KPAI, mengatakan kepada BANGSAONLINE bahwa Kiai Asep mendapat penghargaan sebagai tokoh peduli anak bidang pendidikan dan kesehatan karena banyak mengedukasi puluhan ribu santrinya tentang kesehatan, baik fisik maupun mental atau jiwa.
Bahkan Kiai Asep selalu memberi penyuluhan tentang bahaya rokok dan narkotika kepada puluhan ribu santrinya.
Menurut Aris Adi Laksono, Kiai Asep sangat keras melarang para santrinya merokok. Apalagi narkoba.
Ia lalu memberi contoh narasi Kiai Asep yang melarang para santrinya merokok.
“Menurut Pak Yai rokok itu ibarat peluru panas dan ganas yang menyebabkan orang sakit-sakitan dan mati mengenaskan,” tuturnya. Bahhkan rokok itu sendiri dianggap bagian dari narkotika.
Lalu bagaimana tanggapan Kiai Asep tentang penghargaan dari KPAI itu?
Kiai Asep mengaku kaget mendapat penghargaan sebagai tokoh peduli anak.
“Kok bisa terpantau ya,” kata Kiai Asep kepada BANGSAONLINE seuai menerima sertifikat dan tropi dari KPIA di Studio TVRI Jakarta.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




