Lagi, Kiai Asep Pimpin Ribuan Warga NU Doakan Kemenangan Iran

Lagi, Kiai Asep Pimpin Ribuan Warga NU Doakan Kemenangan Iran Ribuan warga NU saat mengikuti istighatsah menjelang maghrib di Masjid Kampus KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Selasa (10/3/2026). Foto: bangsaonline

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA kembali memimpin doa untuk kemenangan Iran dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Doa itu disampaikan di dua tempat. Yaitu di Masjid Kampus Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto dan dalam acara silaturahim kader Partai Demokrat di Istana Afiah Pacet Mojokerto Jawa Timur.

Peserta doa di Masjid Kampus UAC mencapai 1.200 warga NU. Acara itu berlangsung sejak pukul 17.00 WIB hingga maghrib yang kemudian dilanjutkan acara buka puasa.

Sedangkan silaturahim kader Demokrat diikuti sebanyak 800 pengurus cabang dan ranting dari berbagai wilayah Kabupaten Mojokerto. Dalam acara itu hadir Wakil Gubenur Jatim Emil Elestianto Dardak yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim. 

Juga hadir Ketua Partai Demokrat Mojokerto Haji Sholeh dan para anggota DPRD Jatin dan Mojokerto dari Demokrat. Selain itu juga hadir Wakil Bupati Mojokerto Ahmad Rizal Octavian.

Acara ini berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 23.00.

"Kita berdoa agar perang Iran dengan Amerika dan Israel segera berhenti. Caranya bagaimana? Ya, biangkerok perang itu harus dilenyapkan. Siapa mereka? Donald Trump dan Benjamin Netanyahu," ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu di Masjid Kampus Universitas KH Abdul Chalim Kembang Belor Pacet Mojokerto, Selasa (10/3/2026).

DARI KIRI: Haji Sholeh, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, Dr Emil Elestianto Dardak, dan Ahmad Rizal Octavian. Foto: bangsaonline

Ribuan warga NU yang memenuhi Masjid Kampus UAC itu langsung bergemuruh mengucapkan amin.

Menurut Kiai Asep, jika Allah SWT sudah berkehendak maka gampang sekali bagi Allah SWT untuk mematikan seseorang.

"Cukup telinganya dimasuki orong-orong," ujar Kiai Asep yang putra pendiri NU dan pahlawan nasional KH Abdul Chalim.

"Allahumma ahlikhuma," ujar Kiai Asep dalam salah satu potongan doanya yang lagi--lagi diamini ribuan warga NU.

Memang, sejak perang Iran dengan Amerika dan Israel meletus Kiai Asep langsung mengajak para kiai dan umat Islam berdoa untuk kemenangan Iran yang dipimpin para mullah.

Kiai Asep bahkan memimpin doa untuk kemenangan Iran di berbagai acara, termasuk dalam acara Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) yang diketuainya.

Begitu pun dalam acara Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu). Kiai Asep selain Ketua Umum JKSN juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Pergunu

"Kita harus peduli apabila ada seorang ulama didzalimi. Ali Khamenei ulama besar," ujarnya.

Kiai Asep kemudian menyitir Hadits yang artinya: Barang siapa tidak sedih atas kematian orang alim maka ia munafik.

"Karena itu kita harus peduli dan berkonstribusi dalam perang Iran melawan Israel dan Amerika," ujar kiai miliarder tapi dermawan itu.

"Minimal kita berdoa. Mendoakan Iran menang," ujar Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, semua bentuk kedzaliman, penjajahan dan intervensi ke negara lain yang sah dan berdaulat harus dienyahkan dari muka bumi. Karena tak sesuai dengan ajaran Islam dan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.

Kiai Asep juga menilai bahwa perang Iran dengan Amerika dan Israel akan sangat berimbas negatif terhadap perekonomian Indonesia.

"Sekarang selat Hormuz ditutup. Kalau penutupan itu berlanjut akan membuat harga minyak terus naik," ujar Kiai Asep.

Konsekuensinya, menurut Kiai Asep, pemerintah Indonesia akan mengalami dilema besar. Terutama dalam keberlangsungan program, termasuk pemberian subsidi kepada masyarakat.

Menurut Kiai Asep, pada satu sisi pemerintah Indonesia harus tetap memberikan subsidi kepada masyarakat. Tapi pada sisi lain pemerintah juga tak punya dana atau uang.

Menurut Kiai Asep, jika kondisi keuangan tidak memadai mau tak mau subsidi itu akan dihentikan. Dan jika subsidi terhadap rakyat dihentikan niscaya akan menimbulkan kerawanan sosial.

"Karena itu kita berdoa semoga perang segera berhenti," harap Kiai Asep yang diamini ribuan warga NU.

Menurut Kiai Asep, perang akan behenti ika biangkerok perang itu diadzab oleh Allah SWT. Yaitu Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.

"Karena dua orang inilah yang melalukan penyerangan terlebih dulu kepada Iran, yang menyebabkan Ali Khamenei terbunuh. Ali Khamenei adalah pemimpin tertinggi Iran, yang merupakan ulama besar," ujar Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, dalam kondisi seperti sekarang kita jangan berpikir dikotomi Sunni-Syiah.

"Kita harus bersatu melawan kedzaliman dan penjajahan," ujar Kiai Asep.

Kiai Asep mengaku sudah mencermati cara shalat Ali Khamenei.

"Shalatnya sama dengan kita. Waktu rukuk Ali Khameinei baca Subbhana rabbiyal 'adzimi wabihamdihi. Saat sujud baca Subhana rabbiyal a'la wabihamdihi," tutur Kiai Asep.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, tiap bulan suci Ramadan Kiai Asep selalu mengundang ribuan orang - tremasuk para tim relawan Bupati Mojokerto Gus Bara - ke Masjid Kampus UAC dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Undangan itu digilir per kecamatan satu per satu. Tiap satu kecamatan diundang 750 orang tapi kadang yang datang sampai 1.400 orang.

Saat itulah Kiai Asep menyerahkam sedekah dan zakat berupa beras dan uang tunai Rp 100 ribu per orang kepada ribuan masyarakat Mojokerto hingga akhir bulan Ramadan.