Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim membagikan uang di stasiun kereta api Pasar Turi Surabaya. Foto: bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam Islam dipersilakan berdoa kapan saja dan di mana saja. Asal di tempat bagus, suci dan tidak kotor. Juga bukan waktu tertentu yang secara khusus dilarang oleh Islam.
Karena itu ada ulama yang memperbolehkan berdoa di toilet atau wc dengan tidak dilafalkan, cukup dalam hati, tapi hukumnya makruh.
BACA JUGA:
- Luar Biasa! 318 Santri Amantul Ummah Lolos UTBK-SNBT, Banyak yang Hafal Quran
- Amirulhaj Prof Kiai Asep: Wukuf di Arafah Waktu Mustajab, Malaikat juga Ikut Mintakan Ampunan
- Amanatul Ummah Terima Sapi Kurban Presiden, Wapres, Gubernur, Wagub, Sekda, PAN, BPN, & Wali Santri
- Amirulhaj Tinjau Adahi, Kiai Asep Pastikan Penyembelihan Dam Jemaah Haji Sah Secara Syariah
Para Jumhur Ulama terutama madzhab Syafi'i, Hanbali, Maliki, dan Hanafi, melarang melafalkan doa atau berdzikir secara lisan di tempat kotor atau najis. Alasannya untuk mengagungkan nama Allah dan menjauhkannya dari tempat kotor dan jin. Sekedar informasi, jin menyukai tempat kotor seperti kamar mandi dan lainnya.
Ulama – tentu bersandar para dalil Hadits atau Al Quran – juga menghukumi makruh dan bahkan melarang kita berdoa saat mendengarkan berkhutbah, baik khutbah shalat Jumat maupun shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Apalagi jika dengan suara yang berisik dan keras.
Sebaliknya, para ulama justru menganjurkan kita berdoa pada hari Jumat. Bahkan Jumat disebut sebagai sayyidul ayyam (rajanya hari).
Banyak sekali Hadits yang menganjurkan kita berdoa pada hari Jumat. Baik pada malam Jumat maupun hari jumat.
Dalam Hadits yang diriwiyatkan oleh Imam Bukhari Nabi Muhammad bersabda: "Di hari Jumat terdapat satu waktu, apabila seorang hamba muslim memohon kepada Allah pada waktu tersebut, pasti Allah akan mengabulkannya." (HR. Al-Bukhari)
“Karena itu setelah shalat Subuh jangan tidur sampai terbit matahari. Karena pada saat Allah SWT membagi-bagikan rezeki,” ujar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE, Jumat (5/6/2926).
Abu Hurairah juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu waktu. Tidaklah seorang hamba muslim yang berdiri melaksanakan shalat lantas memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Termasuk juga setelah shalat Ashar. Salah satunya Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud:
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




