Prof Dr KH Imam Ghazali, MA, Dr Dewi Masitah dan M. Mas'ud Adnan di studio Podcas BANGSAONLINE Surabaya. Foto: bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Inilah hasil penelitian tentang Wahabi. Ternyata Wahabi di Indonesia terpola menjadi 4 golongan.
Pertama, Wahabi Jihadi, yaitu Wahabi asli atau murni.
BACA JUGA:
- Inilah Berkah 23 PWNU Ancam Mosi Tidak Percaya terhadap PBNU
- Gencar Sesatkan dan Kafirkan Orang Islam, Salafi Wahabi Abaikan Hadits-Hadits Shahih
- Wamenhaj Sampaikan Haji 2026 Tetap Jalan Sesuai Rencana, Ajak Masyarakat Doa Demi Kelancaran
- Profil BANGSAONLINE, Media Lugas yang Digandeng Banyak Pihak Gelar Even Akbar
“Kelompok ini menolak Pancasila dan NKRI,” kata Dr Dewi Masitah dalam Podcast BANGSAONLINE di channel YouTube yang dipandu M. Mas’ud Adnan.
Dewi Masitah adalah mahasiswa S3 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Kini ia sudah lulus dan menyandang gelar doktor. Disertasinya membahas tentang Wahabi di Pasuruan.
Ia mengaku meneliti tentang Wahabi ini cukup lama. “Aslinya lebih dari 5 tahun,” kata Dewi Masitah di kantor HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.
Menurut Dewi, kelompok Wahabi Jihadi ini sangat keras dan intoleran. Bahkan, menurut Dewi, Wahabi Jihadi ini memperbolehkan membunuh orang.
Kedua, Wahabi Harakati. Kelompok ini aktif di politik. Mereka aktif di Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Ketiga, Wahabi Akademisi. Kelompok ini aktif berdakwah. “Kelompok akademisi ini tidak berbahaya,” kata Dewi Masitah.
Mereka memanfaatkan masjid – termasuk masjid NU dan Muhammadiyah - yang minim kegiatan. Mereka memanfaatkan masjid yang kurang terurus itu untuk menyebarkan paham Wahabi.






