Bupati Jember ketika melakukan sidak atau inspeksi mendadak terkait pelaksanaan program RTLH di Desa Kemuningsari Lor.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pemkab Jember semakin memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Bupati Jember, Muhammad Fawait, menargetkan renovasi 1.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun anggaran 2026.
Target itu disebut sebagai capaian terbesar dalam sejarah program perumahan di Jember, dan menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan ekstrem berbasis perbaikan hunian.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Gus Fawait Launching Pemkab Mini di Kecamatan, Warga Pinggiran Kini Tak Perlu Jauh ke Kota
Pernyataan itu disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Desa Kemuningsari Lor pada Rabu (15/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung hasil renovasi program RTLH yang telah diselesaikan pada tahun 2025.
Dalam agenda tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa pembangunan rumah layak huni bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia (SDM).
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025, Pemkab Jember telah berhasil merehabilitasi sebanyak 200 unit RTLH sebagai bagian dari program peningkatan kesejahteraan warga.
Sementara itu, pada tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan lonjakan signifikan dengan meningkatkan jumlah renovasi menjadi 1.000 unit rumah agar dampaknya lebih luas terhadap penurunan angka kemiskinan.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya memiliki tempat tinggal, tetapi juga rumah yang layak dan sehat agar bisa meningkatkan produktivitas kehidupan mereka,” ujar Gus Fawait.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




