Targetkan Zero Kemiskinan Ekstrem di Jember, Gus Fawait Soroti Wilayah Hutan dan Perkebunan

Targetkan Zero Kemiskinan Ekstrem di Jember, Gus Fawait Soroti Wilayah Hutan dan Perkebunan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di kawasan penyangga hutan dan perkebunan.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Forum Kompascom Talks yang digelar di Gedung Soedjarwo, Universitas Jember, Senin (13/4/2026).

Dalam forum bertema penanganan kemiskinan di lahan produktif itu, Gus Fawait menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Jember memang menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Namun demikian, menurutnya, persoalan kesejahteraan masih menjadi tantangan serius di wilayah pinggiran, khususnya kawasan sekitar hutan dan perkebunan.

Ia menilai, masyarakat yang tinggal di area tersebut selama bertahun-tahun belum mendapatkan intervensi ekonomi yang optimal, meskipun daerah itu berada di sekitar kawasan produktif milik negara.

“Kemiskinan di kawasan pinggir hutan dan perkebunan menjadi tantangan utama saat ini. Kehadiran dua BUMN besar seperti PTPN dan Perhutani harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan tersebut,” ujarnya.

Jember disebutnya berpotensi besar untuk menekan angka kemiskinan ekstrem melalui program perhutanan sosial yang luas lahannya mencapai puluhan ribu hektare. 

Gus Fawait meyakini, pengelolaan lahan yang tepat sasaran dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan dan kawasan sekitar hutan.

Ia pun optimistis target zero kemiskinan ekstrem di Jember pada 2029 dapat tercapai apabila distribusi lahan serta pembukaan lapangan pekerjaan di sektor perkebunan lebih berpihak kepada masyarakat lokal.

“Prioritas harus diberikan kepada warga miskin ekstrem yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan perkebunan. Selain itu, lahan tidur milik perusahaan juga bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di sektor informal,” paparnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO