Gubernur Khofifah saat melepas keberangkatan 55 transmigran asal Jawa Timur menuju 3 daerah tujuan.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah melepas keberangkatan 55 transmigran asal Jawa Timur menuju 3 daerah tujuan transmigrasi, yakni SP Taramanu Tua Kabupaten Polewali Mandar (Sulawesi Barat), SP Lagading Kabupaten Sidenreng Rappang (Sulawesi Selatan), serta Waleh SP.3 Kabupaten Halmahera Tengah (Maluku Utara).
Pelepasan yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Jawa Timur, Selasa (16/12/2025), dilakukan bersama Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Sigit Priyanto. Suasana penuh semangat dan harapan mewarnai keberangkatan para transmigran.
BACA JUGA:
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
- Tinjau Pasar Banjarejo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Stabil Jelang Idul Adha 2026
- Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup, Gubernur Khofifah Tinjau Koperasi Ternak di Lamongan
- Program Bongkar Ratoon Tebu Dimulai di Desa Pinggirsari
Keberangkatan tahun ini terasa istimewa karena sejalan dengan transformasi kebijakan transmigrasi nasional melalui pendekatan 5T yang digagas Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. Lima pendekatan tersebut meliputi Trans Tuntas, Translok (Transmigrasi Lokal), Trans Karya Nusantara (TKN), Trans Patriot, dan Trans Gotong Royong.
Khofifah menegaskan, Jawa Timur menyambut antusias transformasi transmigrasi berbasis 5T. Menurut dia, transmigrasi kini bukan sekadar perpindahan penduduk, melainkan instrumen pembangunan sumber daya manusia, ekonomi, dan sosial yang berkelanjutan.
“Transformasi ini memberikan harapan baru bahwa transmigrasi tidak hanya soal perpindahan penduduk, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, ekonomi, dan sosial yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Translok memberdayakan masyarakat setempat sebagai tuan rumah pembangunan kawasan transmigrasi, sementara Trans Karya Nusantara menciptakan lapangan kerja bagi pendatang.

Trans Patriot difokuskan pada penguatan SDM unggul melalui beasiswa pendidikan, sedangkan Trans Gotong Royong menekankan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
“Transformasi transmigrasi melalui pola 5T ini sangat ideal karena satu sama lain saling melengkapi. Program transmigrasi hingga saat ini masih sangat relevan sebagai salah satu pendekatan strategis untuk mencapai kesejahteraan masyarakat,” kata Khofifah.
Ia menambahkan, transmigrasi berperan penting dalam pemerataan pembangunan nasional, menekan angka pengangguran dan kemiskinan, sekaligus mereduksi tekanan demografis di Pulau Jawa.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




