Gubernur Khofifah saat melepas keberangkatan 55 transmigran asal Jawa Timur menuju 3 daerah tujuan.
“Keberangkatan saudara hari ini adalah langkah berani untuk menjemput masa depan di tanah baru. Lahan yang menanti bukan sekadar ruang fisik, melainkan lembaran baru kehidupan yang akan dibangun dengan kerja keras, ketekunan, dan doa,” imbuhnya.
Khofifah juga berpesan agar transmigran membawa nilai-nilai luhur Jawa Timur seperti kerja keras, solidaritas, dan kebersamaan. Ia mendoakan anak-anak transmigran agar tetap bersemangat menempuh pendidikan di daerah tujuan.
“Jangan pernah ragu bermimpi. Siapa pun bisa sukses dari mana pun, termasuk dari daerah transmigrasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim menyebut transmigrasi masih menjadi program prioritas strategis pembangunan nasional. Animo masyarakat Jawa Timur terhadap program ini sangat tinggi, dengan jumlah pendaftar selalu melampaui kuota.
“Masyarakat masih menaruh harapan besar pada transmigrasi sebagai jalan menuju kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.
Sigit menjelaskan, Trans Karya Nusa merupakan pola penciptaan lapangan kerja bagi pendatang, dengan alokasi 16 kepala keluarga asal Jatim tahun 2025. Selain itu, tiga keluarga juga mengikuti pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) di Bandung untuk memperkuat SDM kawasan transmigrasi.
Salah satu peserta, Suhartini (44) asal Bojonegoro, mengaku mengikuti program ini demi meningkatkan taraf hidup keluarganya.
“Prosesnya mudah dan tanpa biaya. Harapan kami setelah mengikuti program ini bisa sukses dan membuktikan kepada keluarga bahwa kami mampu,” akunya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




