Lewis Hamilton berhasil meraih podium kedua di GP Kanada 2026.
MARANELLO, BANGSAONLINE.com – Hasil manis di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, terasa seperti penanda lepasnya beban berat dari pundak Lewis Hamilton. Finis di posisi kedua setelah duel sengit melawan Max Verstappen—yang memuncak lewat aksi manuver impresif di tikungan 1 pada lap ke-62—menjadi pencapaian terbaik Hamilton bersama Scuderia Ferrari sejauh ini.
Namun, signifikansi GP Kanada bukan sekadar trofi podium. Bagi juara dunia tujuh kali tersebut, akhir pekan itu membuktikan satu hal krusial untuk jangka panjang: ia akhirnya mulai menyatu dengan tim, setelah melewati musim debut yang penuh cobaan pada tahun 2025.
Bukan rahasia lagi bahwa sepanjang tahun lalu, Hamilton sempat kesulitan beradaptasi dengan sistem dan perangkat teknis di Maranello. Mengingat investasi besar yang dikomitmenkan kedua belah pihak untuk durasi minimal tiga musim, Ferrari bergerak cepat melakukan perombakan personel dan evaluasi di belakang layar sepanjang jeda musim. Hasil dari kerja keras itu kini mulai terlihat.
Langkah strategis Ferrari dimulai dengan merekrut mantan teknisi McLaren, Cedric Michel-Grosjean, yang diproyeksikan menjadi insinyur balap (race engineer) jangka panjang bagi Hamilton. Michel-Grosjean disokong oleh Carlo Santi dan insinyur performa Luca Diella sebagai pilar penting di lintasan.
Meski karena komitmen luar sirkuit suara di radio Hamilton diprediksi akan bergantian—di mana Carlo Santi dikabarkan bakal memegang kendali radio pada GP Monaco mendatang—harmonisasi internal ini terbukti ampuh.
Saat rekan setimnya, Charles Leclerc, mengalami akhir pekan yang pelik di Montreal, Hamilton justru tampil solid dengan mengungguli Leclerc di sesi kualifikasi sprint maupun balapan utama. Bagi pembalap asal Inggris tersebut, teka-teki besar yang selama ini mengganjalnya kini telah lengkap.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




