Guru PPPK paruh waktu usai audiensi dengan DPRD Sampang
SAMPANG,BANGSAONLINE.com - Koordinator Guru PPPK Paruh Waktu, Syaifur Rahman, menyampaikan dua tuntutan utama dalam audiensi bersama DPRD Sampang pada Senin, 9 Februari 2026, yakni peningkatan kesejahteraan serta percepatan peralihan status menjadi penuh waktu.
“Aspirasi pertama adalah kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan,” ujar Syaifur Rahman.
Ia menilai kesejahteraan sebagian guru dan tenaga kependidikan masih jauh dari kata layak meski telah lama mengabdi.
“Teman-teman sudah berpuluh tahun menunggu kesejahteraan,” katanya.
Syaifur menyebut, sejumlah guru bahkan masih menghadapi kesulitan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Untuk membeli beras saja masih sulit,” ujarnya.
Selain kesejahteraan, ia juga menyoroti persoalan peralihan status dari PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu. Ia meminta pemerintah daerah segera mengajukan usulan tersebut kepada pemerintah pusat.
“Kami minta pemerintah daerah memohon ke Kementerian PANRB,” cetusnya.
Ia juga menekankan perlunya penyesuaian terhadap Keputusan Menteri Nomor 16, terutama pada Diktum 28, agar mekanisme peralihan tidak membebani daerah.
“Manajemen peralihan status sebaiknya dikembalikan ke pusat,” ujarnya.
Menurutnya, apabila kewenangan sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah, konsekuensi anggaran akan cukup berat.
“Mudah-mudahan setelah 2026 teman-teman sudah ASN,” pungkasnya.








