Petugas saat memeriksa ambulans dalam program Satu atau akronim dari Safety Ambulance Taat Undang-Undang di Kabupaten Pasuruan.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Sejumlah ambulans Puskesmas di Kabupaten Pasuruan ditemukan memiliki sirene kurang nyaring, dan rotator redup dalam kegiatan Sosialisasi Keselamatan Berkendara serta Pengecekan Kendaraan Ambulans melalui program Satu atau akronim dari Safety Ambulance Taat Undang-Undang. Acara berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Rabu (11/2/2026).
Program yang diinisiasi Satlantas Polres Pasuruan ini bertujuan memastikan ambulans laik jalan sekaligus meningkatkan keselamatan berkendara.
BACA JUGA:
- Jatanras Polda Jatim Bekuk Begal Sadis yang Gasak Motor Mahasiswi di Pasuruan, 1 Pelaku Dilumpuhkan
- Polres Pasuruan Bongkar Praktik Oplos LPG Subsidi Jadi 12 Kg, Raup Untung hingga Puluhan Juta
- Polres Pasuruan Optimalkan Call Center 110 untuk Layanan Warga
- Harga Cabai Turun Pasca-Lebaran, Satgas Pangan Pantau Pasar Bangil
“Ambulans bukan hanya kendaraan medis, tapi alat penyelamat nyawa. Maka standar keselamatannya tidak boleh ditawar,” kata Ps Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan, Aipda Arifian Miftakhul Firdaus.
Dalam kegiatan selama 3 jam itu, polisi melakukan sosialisasi penggunaan sirene, tata cara pengawalan, serta pengecekan kondisi kendaraan, kelengkapan medis, dan administrasi pengemudi. Hadir jajaran Unit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan, Dinas Kesehatan, perwakilan Auto 2000 Toyota Pasuruan, serta sopir ambulans dari seluruh kecamatan.
Sulaiman, sopir ambulans Puskesmas Bangil, menyebut kegiatan ini membantu koordinasi di lapangan.
“Dengan adanya koordinasi bersama Satlantas, kalau terjadi kemacetan di jalan kami bisa saling berkomunikasi. Ini penting karena setiap menit sangat menentukan,” tuturnya.
Pemeriksaan mencatat temuan krusial berupa sirene yang kurang keras dan rotator yang redup, sehingga pengendara lain sering terlambat memberi jalan.
“Akibatnya, pengendara sering terlambat memberi jalan. Ini berisiko, bukan hanya bagi pasien, tapi juga bagi keselamatan di jalan raya,” ucap Arifian.
Program Satu disebut sebagai langkah preventif untuk menegaskan bahwa keselamatan ambulans adalah bagian dari keselamatan publik. (maf/par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




