BPS Tuban Gelar FGD Layanan Statistik Publik, Ketua PWI Harap Pelayanan Daring Selalu Update

BPS Tuban Gelar FGD Layanan Statistik Publik, Ketua PWI Harap Pelayanan Daring Selalu Update Kepala BPS Tuban, Andhie Surya Mustari dan Ketua PWI Tuban, Suwandi (tengah) seusai melakukan penandatangan berkas hasil FGD

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama berbagai stakeholder lintas sektoral guna meningkatkan kualitas pelayanan statistik kepada publik, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor BPS Tuban, Jalan Manunggal, ini dihadiri perwakilan sejumlah instansi dan lembaga, di antaranya Bapperida, Diskominfo, Dinas Perpustakaan, radio milik Pemkab Tuban, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tuban, RRI Tuban, Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, serta perwakilan guru SMK YPM 12 Tuban.

Kepala BPS Tuban, Andhie Surya Mustari mengatakan, FGD tersebut bertujuan menjaring masukan dan evaluasi dari stakeholder untuk meningkatkan pelayanan statistik selama tahun 2026.

“Kami undang mereka agar bisa memberikan masukan untuk BPS dalam meningkatkan pelayanan selama 2026 ini,” ujar Andhie.

Ia menjelaskan, dalam forum tersebut BPS Tuban memfokuskan pembahasan pada tiga layanan utama, yakni layanan konsultasi statistik, layanan perpustakaan, dan layanan rekomendasi kegiatan statistik.

“Hari ini ada tiga layanan yang kami sodorkan kepada stakeholder agar bisa memberikan masukan kepada kami,” ucapnya.

Andhie berharap, melalui kegiatan ini BPS Tuban bisa semakin meningkatkan pelayanannya, terutama dibidang statistik maupun data lainnya. 

Penyediaan pelayanan tak hanya bersifat offline saja, melainkan juga memberikan masukan terkait pelayanan yang berbasis online.

"Alhamdulillah pelaksanaan FGD berlangsung lancar dan banyak saran serta kritik pada kami yang nantinya untuk perbaikan pelayanan di kantor BPS kedepan semakin baik," bebernya.

Sementara itu, Ketua PWI Tuban, Suwandi memberikan apresiasi kepada BPS yang sudah menyediakan pelayanan online secara optimal. Ia menyarankan agar pelayanan secara online ini terus di-update setiap harinya. 

"Jadi jangan sampai media sosial maupun website milik BPS ini jarang update, maka akan mempengaruhi kepercayaan publik terhadap kantor statistik," katanya.

"Kalau pelayanan offline sebaiknya SDM pegawai BPS juga terus diupgrade. Jangan sampai ketika ada pengunjung masuk kantor dan tanya-tanya, tapi pegawainya ndak tau apa-apa. Ini jangan sampai terjadi," sarannya.

Suwandi berharap, agar BPS Tuban selalu sigap memberikan data yang menjadi kebutuhan publik.

Ditambah, di lingkungan akademisi dan layanan publik lainnya, maka data tersebut harus terus update.

"Untuk adik-adik mahasiswa pasti sangat butuh data-data dari BPS. Termasuk kami dilingkungan wartawan juga membutuhkan data ketika ada penugasan peliputan khusus mengenai hal tertentu," ucapnya (wan/van)