Dinilai Tak Netral, Lokasi Konfercab PCNU Kota Kraksaan Tuai Protes

Dinilai Tak Netral, Lokasi Konfercab PCNU Kota Kraksaan Tuai Protes Ketua Rais Syuriah MWC Gending, Abdul Qodir Jaelani. Foto: ANDI SIRAJUDIN/BANGSAONLINE

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Rencana pelaksanaan Konfercab PC Kota Kraksaan yang akan digelar di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Jati Urip, Kecamatan Krejengan, pada Minggu (14/9/2025), menuai protes dari sejumlah pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC).

Hal tersebut muncul menyusul masuknya nama KH. Wasik Hannan, pengasuh Ponpes Miftahul Ulum, sebagai salah satu kandidat Ketua Rais Syuriah dalam bursa Konfercab. Ia akan bersaing dengan KH. Romli Syahir melalui mekanisme penunjukan Tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Sejumlah pihak menilai pemilihan lokasi pelaksanaan di ponpes milik salah satu kandidat berpotensi menimbulkan kesan tidak netral dan dapat memicu prasangka negatif terhadap panitia pelaksana.

Ketua Rais Syuriah MWC Gending, Abdul Qodir Jaelani, menyampaikan harapannya agar kontestasi ke depan berlangsung lebih moderat dan menjunjung nilai-nilai fair play

“Kalau betul-betul ini main fair dalam berorganisasi. Okelah, kita berkompetisi. Silahkan anda mendukung A, silahkan. Setelah selesai, kita damai lagi. Masalah beda pendapat, itu biasa dan silahkan saja,” ujarnya kepada BANGSAONLINE, Rabu (10/9/2025).

Ia juga menyoroti pentingnya pemilihan tempat yang netral untuk menghindari prasangka publik. 

“Harus di tempat netral. Itu lebih baik lah, sehingga mengantisipasi orang-orang memberikan negatif thinking. Sekiranya membawa dampak tidak baik ke khalayak umum, harus bisa dirubah,” tuturnya.

PC sebagai organisasi senior diharapkan dapat memberi contoh baik dalam pelaksanaan konferensi. 

“Saran kami, sebaiknya digelar di tempat netral saja. Bisa di kantor PC atau di Islamic Center. Kalau bisa jangan digelar di tempat orang yang pernah menjabat lalu mencalonkan diri. Itu lebih terhormat,” ucapnya.

Di tengah polemik tersebut, beredar selebaran satu halaman di sejumlah MWC yang memuat 5 nama kiai yang diusulkan sebagai anggota Tim AHWA. Namun, selebaran itu tidak mencantumkan nama-nama kiai sepuh Probolinggo seperti KH. Zuhri Zaini dan KH. Mutawakil Alallah.

Lihat juga video 'Gila NU dan Orang NU Gila, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (16)':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO