K.H. Basori Alwi atau yang akrab disapa Gus Basori, saat memberi keterangan kepada wartawan. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotul Ibaad, KH. Basori Alwi atau Gus Basori, menyatakan dukungan terhadap rencana pelaksanaan Muktamar NU. Ia berharap, agenda tersebut digelar di lingkungan pondok pesantren, bukan di hotel atau gedung.
“Pesantren adalah bagian dari ruh Nahdlatul Ulama, sehingga sangat tepat jika muktamar dilaksanakan di pondok pesantren,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).
Secara khusus, Gus Basori mendukung jika muktamar diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Menurut dia, lokasi dimaksud representatif sekaligus memiliki nilai historis dan kultural bagi warga NU.
Ditegaskan pula terkait ketidaksetujuannya apabila muktamar digelar di hotel, gedung, atau vila karena dinilai kurang mencerminkan tradisi dan kesederhanaan NU. Gus Basori juga mengingatkan pentingnya netralitas panitia.
“Kami sangat berharap panitia tetap menjaga netralitas demi kelancaran dan keberkahan muktamar,” katanya.
Kendati demikian, ia tetap mendukung siapapun yang ditunjuk sebagai panitia pelaksana. Gus Basori berharap, muktamar mendatang membawa keberkahan bagi jamaah dan pengurus NU.
“Semoga muktamar yang akan datang memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.
Terkait sosok yang cocok memimpin NU ke depan, ia menyerahkan pilihan kepada Nahdliyin.
“Kalau saya pribadi, menginginkan pemimpin NU ke depan adalah sosok Kyai yang berangkat dari Pondok Pesantren dan sudah dikenal oleh warga NU,” pungkasnya. (uji/mar)

























