Gus Lilur Kasus Kuota Haji Jadi Pintu Masuk Pengusutan Dugaan Korupsi Lain

Gus Lilur Kasus Kuota Haji Jadi Pintu Masuk Pengusutan Dugaan Korupsi Lain HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy

“Dengan penerapan TPPU, Rakyat Indonesia akan mengetahui dengan jelas ke mana saja aliran dana hasil korupsi itu mengalir. Saya yakin jutaan jamaah NU mendukung KPK untuk menggulung koruptor, seumpama pelakunya ternyata adalah para oknum tokoh agama,” tegasnya.

Pihaknya juga menekankan jika diperlukan untuk menunjukkan dukungan warga NU, ia bersedia memimpin ribuan warga NU hadir berdiri kokoh dan lantang meneriakkan dukungan pada KPK di depan kantor KPK.

“Seluruh rakyat NKRI, saya percayai sangat membenci koruptor yang seperti drakula menghisap uang rakyat,” tegasnya

Gus Lilur mengungkapkan, kalau Donald Trump Presiden Amerika sampai menaikkan tarif masuk ekspor ke Amerika pada puluhan negara agar ekonomi Amerika bangkit dan berjaya. Presiden Republik Indonesia cukup memberantas koruptor untuk membawa Republik Indonesia Jaya Raya.

“Kita dukung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberantas korupsi.

Kita dukung KPK menangkap dan memenjarakan koruptor," pungkas pengusaha pegiat filantropi itu.

Seperti diketahui, eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sudah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK pada Kamis 7 Agustus 2025. 

Usai diperiksa selama 4 jam itu, Yaqut mengaku berterima kasih karena mendapatkan kesempatan untuk mengklarifikasi segala hal, terutama yang berkaitan dengan pembagian kuota tambahan pada proses haji tahun 2024. (mdr/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO