Foto: MCH 2026
MINA, BANGSAONLINE.com - Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan perkembangan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, khususnya pelaksanaan fase Mina pada hari Tasyrik ketiga, Sabtu (30/5/2026), bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 H.
Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha, mengatakan rangkaian puncak ibadah haji atau Armuzna sejauh ini berjalan lancar, tertib, dan terkendali.
BACA JUGA:
- Mobile Crisis Rescue dan 19 Armada Mobil Golf Perkuat Pelindungan Jemaah Haji Selama di Mina
- Antisipasi Kepadatan dan Respons Cepat Kedaruratan, Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue
- Pelaksanaan Haji 2026 Dianggap Ada Energi Baru, Inilah Profil Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI
- Lia Istifhama Apresiasi Kolaborasi Lintas Kementerian dalam Pengawasan dan Pelayanan Haji 2026
“Alhamdulillah, setelah jemaah melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, serta melaksanakan lontar jumrah pada hari-hari Tasyrik, saat ini sebagian jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani melanjutkan penyempurnaan rangkaian ibadah dengan melaksanakan lontar jumrah pada hari Tasyrik ketiga,” ujar Ichsan di Mina.
Ichsan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah mengikuti arahan petugas, menjaga ketertiban, serta melaksanakan pergerakan menuju Jamarat sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Menurutnya, kedisiplinan jemaah menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan selama fase Mina berlangsung.
Pada hari Tasyrik ketiga, jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani melaksanakan lontar tiga jumrah, yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah. Kemenhaj mengimbau jemaah agar benar-benar memperhatikan jadwal lontar yang telah ditetapkan bagi masing-masing kloter dan tidak melaksanakan lontar di luar waktu yang telah diatur.
“Kami mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani agar segera menuntaskan rangkaian lontar jumrah sesuai jadwal, kemudian kembali ke tenda masing-masing di Mina untuk bersiap mengikuti proses pergerakan menuju Makkah,” kata Ichsan.
Ia menegaskan, imbauan tersebut penting untuk memastikan proses kepulangan jemaah dari Mina menuju Makkah berlangsung tertib, aman, dan terkoordinasi, sekaligus menghindari kepadatan pada jalur mobilisasi.
Jemaah juga diminta tetap mengikuti arahan petugas, menjaga ketertiban, memastikan barang bawaan tidak tertinggal, serta mempersiapkan diri sesuai jadwal keberangkatan demi kelancaran layanan dan kenyamanan bersama.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




