SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut bangga masuknya pecel khas Jawa Timur dalam daftar 100 Salad Terbaik di Dunia versi TasteAtlas tahun 2026.
Dalam daftar yang dirilis pada 15 April 2026 tersebut, pecel menempati peringkat ketujuh dunia dan berhasil mengungguli som tam asal Thailand yang selama ini dikenal sebagai salah satu salad paling populer di Asia.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Indonesia semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional.
Selain pecel, sejumlah hidangan Nusantara lainnya juga masuk dalam daftar tersebut, di antaranya ketoprak, gado-gado, rujak cingur, asinan, dan karedok.
Khofifah mengatakan, pengakuan dunia terhadap pecel bukan hanya soal cita rasa, melainkan juga pengakuan terhadap kekayaan budaya, tradisi, dan filosofi hidup masyarakat Jawa Timur.
“Pecel bukan hanya makanan tradisional, tetapi identitas budaya masyarakat Jawa Timur. Dari sepincuk pecel, dunia bisa melihat bagaimana masyarakat Jawa hidup berdampingan dengan alam, memanfaatkan bahan-bahan lokal yang sehat, sederhana, namun kaya rasa,” ujarnya.
Menurut Khofifah, keberhasilan pecel masuk jajaran salad terbaik dunia menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi kuliner Nusantara, khususnya kuliner khas Jawa Timur, ke pasar internasional. Terlebih, Jawa Timur memiliki beragam jenis pecel dengan karakteristik rasa dan keunikan yang berbeda di setiap daerah.
“Setiap daerah di Jawa Timur memiliki pecel dengan ciri khas tersendiri. Ini menunjukkan betapa kayanya warisan kuliner kita. Ada yang gurih, pedas, manis, hingga berpadu dengan kuah khas daerah. Semua memiliki cerita budaya yang luar biasa,” tandasnya.
Khofifah menilai keberagaman tersebut menjadi kekuatan besar Jawa Timur dalam memperkenalkan kuliner lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Jangan sampai generasi muda justru lebih mengenal makanan luar dibandingkan kuliner daerahnya sendiri. Pecel adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan, dipromosikan, dan diwariskan lintas generasi,” tegasnya. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




