Tradisi “Manten Tebu” yang digelar PT Rejoso Manis Indo (RMI) – Mitr Phol Group sebagai penanda dimulainya musim giling tebu tahun 2026.
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Tradisi “Manten Tebu” kembali menjadi penanda dimulainya musim giling tebu tahun 2026 di PT Rejoso Manis Indo (RMI) – Mitr Phol Group. Tradisi Manten Tebu yang menjadi bagian dari seremoni pembukaan tidak hanya menjadi simbol dimulainya proses penggilingan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap para petani yang menjadi tulang punggung industri gula.
Pada musim giling tahun ini, PT RMI menargetkan pengolahan tebu mencapai 1,55 juta ton dengan rendemen minimal 8 persen. Dengan kapasitas giling mencapai 10.000 ton tebu per hari (TCD), perusahaan membidik produksi gula kristal putih sebesar 120 ribu hingga 130 ribu ton, tergantung capaian rendemen selama musim panen berlangsung.
Vice President Director PT RMI – Mitr Phol Group, Syukur Iwantoro, mengatakan kondisi cuaca tahun ini dinilai lebih mendukung dibanding musim sebelumnya. Menurutnya, pola tanam yang berlangsung saat musim hujan dan panen pada musim kemarau berpotensi menghasilkan produktivitas tebu yang lebih baik.
“InsyaAllah musim satu tahun ini cocok. Saat penanaman musim hujan dan panennya pas musim kemarau, kemungkinan bisa mencapai produksi maksimal. Target kami pengolahan tebu 1,55 juta ton dengan rendemen minimal 8 persen, bahkan bisa sampai 9 persen,” ujarnya.
Syukur menjelaskan, jika target rendemen 8 persen tercapai maka produksi gula diperkirakan mencapai sekitar 120 ribu ton. Namun apabila rendemen mampu menembus angka 9 persen, produksi gula berpotensi meningkat hingga 130 ribu ton.
Ia mengakui capaian musim giling tahun lalu belum optimal akibat faktor cuaca yang kurang mendukung. Produksi gula pada tahun 2025 tercatat tidak mencapai 100 ribu ton, lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya yang sempat menembus sekitar 114 ribu ton.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




