JEMBER,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat dalam merespons kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Meski pasokan BBM terganggu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
BACA JUGA:
- Dukung Distribusi Energi Nasional, KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM pada Januari-Mei 2026
- Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax, Pertamina Pastikan Stok BBM di Jatimbalinus Aman
- Harga Pertamax Naik, Warga Kediri Beralih ke Pertalite
- Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Amankah Kendaraan Pakai RON 92 Beralih ke Pertalite?
Kelangkaan ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi BBM ke Jember, menyusul penutupan sementara jalur Gumitir yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi.
Sebelumnya, distribusi BBM ke Jember bergantung pada Depo Pertamina di Banyuwangi, namun kini suplai dialihkan melalui Malang dan Surabaya.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap berjalan optimal di tengah kondisi darurat sekalipun.
“Pelayanan kesehatan itu hak dasar masyarakat, sehingga meskipun BBM belum sepenuhnya stabil, layanan ini tidak boleh terganggu,” jelas Bupati, Selasa, (29/7/2025)
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





