Bupati Jember, Muhammad Fawait.
JEMBER, BANGSAONLINE.com – Di peringatan setahun menjabat, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyatakan tekadnya untuk mengantar Jember keluar dari masa transisi dan memasuki tahap akselerasi pembangunan.
Menurut Gus Fawait, sapaan akrabnya, periode awal kepemimpinannya telah menjadi fondasi sebelum melangkah lebih cepat di tahun berikutnya.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Dalam forum refleksi satu tahun kepemimpinan, Gus Fawait menegaskan bahwa layanan publik harus tetap stabil meski dinamika politik terus bergulir.
Ia menegaskan bahwa keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu oleh perbedaan pandangan politik.
Dia mengungkapkan, selama setahun terakhir, ia memilih tidak larut dalam polemik. Ia lebih memprioritaskan konsistensi kerja birokrasi agar roda pemerintahan tetap berjalan normal dan responsif terhadap kebutuhan warga.
“Demokrasi memang penuh dinamika, dan itu hal yang wajar. Namun, kepentingan rakyat tidak boleh dikorbankan hanya karena urusan politik,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Gus Fawait menjelaskan, tahun 2025 diposisikan sebagai masa penyesuaian sekaligus penguatan internal tanpa melakukan perubahan struktur besar-besaran di tubuh pemerintahan daerah. Fokusnya saat itu adalah membangun soliditas dan menyamakan ritme kerja antarperangkat daerah.
Memasuki 2026, Gus Fawait menargetkan peningkatan kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menilai tahun kedua kepemimpinannya harus menjadi momentum pembuktian capaian konkret.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




