Pasutri dari Singapura ini Gelar Aqiqah Cucu di Ponpes Ulil Albab Probolinggo

Pasutri dari Singapura ini Gelar Aqiqah Cucu di Ponpes Ulil Albab Probolinggo Pasutri asal Singapura yang menggelar Aqiqoh di Ponpes Ulil Albar, Kabupaten Probolinggo. Foto: ANDI SIRAJUDIN/BANGSAONLINE

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Sepasang suami istri asal Singapura, Muhammad Mazlan dan Salma, menggelar aqiqah cucu pertama mereka di Pondok Pesantren Ulil Albab pada Minggu (15/2/2026).

Keduanya memilih melaksanakan aqiqah di Indonesia karena aturan di Singapura tidak lagi mengizinkan penyembelihan hewan untuk aqiqah maupun qurban. 

Acara berlangsung meriah dengan penyembelihan kambing yang kemudian disantap bersama santri, tokoh masyarakat, dan alumni pesantren. Mazlan mengaku lega dapat melaksanakan aqiqah secara langsung.

"Alhamdulillah dapat menyembelih sendiri kambingnya. Dan kebetulan difasilitasi oleh teman kami yakni KH Dr Romli Syahir, dan kami merasa sangat lega telah melaksanakan dengan afdol," ujarnya.

Salma, yang bekerja sebagai account syariah advisor, juga menyampaikan rasa syukur atas sambutan hangat masyarakat.

"Alhamdulillah, mereka semua sangat ramah, terima kasih telah mendoakan cucu kami, semoga Allah SWT dapat membalas kebaikan," katanya.

Mereka mengaku terkesima dengan keramahan masyarakat Probolinggo dan suasana di Ponpes Ulil Albab. Menurut keduanya, umat Islam di Indonesia memiliki ruang luas untuk menjalankan ibadah, termasuk aqiqah dan qurban, yang kini dilarang di Singapura.

"Mau sembelih hewan qurban saja sekarang sudah tidak boleh semenjak Covid-19. Sehingga umat muslim Singapura harus ke luar negeri melalui agen-agen. Saat ini paling banyak ke Afrika," ucap Mazlan. (ndi/mar)